Kiwi, The Super Fruit

Kompas.com – Hingga saat ini memang belum ada pil ajaib yang mampu menangkal penyakit mematikan sekaligus membuat langsing. Namun ada solusi lain, sesuatu yang bukan cuma membuat sehat dan melangsingkan, tapi juga rasanya enak, yakni buah kiwi.

Elisa Zied, MS, ahli nutrisi dan penulis buku Feed Your Family Right, menyebutkan kiwi termasuk dalam satu dari 10 jenis makanan super (super food). Kiwi termasuk buah yang multitasking karena mengandung nutrisi pelawan penyakit, rasanya enak, mengandung sedikit kalori, plus membuat kulit awet muda. Benar-benar super!

Buah kiwi sering diidentikkan dengan Selandia Baru. Padahal, buah yang kulitnya berbulu dan bentuknya mirip sawo ini sebenarnya berasal dari Cina dan baru masuk ke Selandia Baru awal tahun 1990-an.

Keberhasilan industri buah kiwi di Selandia baru tak lepas dari jasa Isabel Fraser, seorang guru yang membawa pulang biji-biji kiwi setelah mengunjungi kerabatnya di Cina. Biji-biji kiwi itu lalu diberikannya pada keluarga Allison, yang memang bergelut di bidang hortikultura. Sejak itulah pertanian buah kiwi di Selandia Baru dimulai.

Nama asli buah kiwi adalah Yang Tao. Orang Selandia Baru menganggap buah itu memiliki cita rasa gooseberry dan disebut Chinese Gooseberry. Baru sekitar tahun 1959 buah tersebut diberi nama “buah kiwi” setelah penetapan burung kiwi sebagai simbol Selandia Baru.

Dua jenis

Di pasaran dunia saat ini terdapat dua jenis buah kiwi, yakni green (hijau) dan gold (emas). kiwi hijau menggunakan nama botani Actinidia deliciosa dan kiwi emas disebut  Actinidia chinensis. Rasa kiwi hijau agak asam dan segar. Sedang kiwi emas terasa lebih manis di lidah.

Kandungan vitamin C dalam kiwi hijau 92,7 mg vitamin C per 100 gram, sedikit di bawah kandungan vitamin C kiwi emas yang mencapai 105,4 mg per 100 gram.

Kendati demikian, menurut Fiastuti kandungan vitamin C dalam kiwi hijau dan kiwi emas lebih banyak dibanding jeruk dan pepaya. Sementara itu kandungan vitamin E-nya melebihi mangga dan pepaya.

Selain vitamin, kedua jenis buah kiwi ini juga kaya akan serat yang baik untuk kesehatan saluran cerna. Bukan hanya itu, serat yang cukup juga bisa menjaga kadar gula darah dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Kaya nutrisi dan antioksidan

Salah satu keunggulan buah kiwi adalah tekstur yang lembut, rasanya lezat, serta aromanya yang khas dan segar. Namun di balik kulit cokelatnya yang berbulu, kiwi adalah buah yang paling kaya nutrisi.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American College of Nutrition menunjukkan bahwa dari 27 jenis buah yang umum dikonsumsi, seperti pepaya, mangga, dan alpukat, ternyata kiwi memiliki kepadatan nutrisi paling tinggi.

Ukuran kepadatan nutrisi (nutrient density) biasa dipakai para ahli diet untuk mengukur nilai gizi bahan makanan tertentu dibandingkan dengan bahan makanan lain dalam porsi yang sama. Makin tinggi kepadatan nutrisinya, makin baik mutu bahan tersebut.

Kiwi juga diketahui sebagai buah yang kaya akan viamin C, A dan E. Kandungan vitamin C dalam buah kiwi dua kali lebih banyak dibandingkan jeruk. Sedangkan kandungan vitamin E pada kiwi dua kali lipat lebih banyak dibandingkan mangga.

Vitamin C dan E sangat kita butuhkan sebagai sumber antioksidan. Menurut ahli gizi dr.Fiastuti Witjaksono, Sp.GK, satu atau dua butir kiwi setiap hari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C per hari. “Wanita usia 19-30 tahun butuh vitamin C sekitar 45 mg per hari. Sedangkan pada ibu hamil naik menjadi 60 mg/hari dan di masa menyusui butuh 85 mg/hari,” urainya.

Menurut Prof.Made Astawan, dalam buku Kandungan Gizi Aneka Makanan, selain vitamin C dan E, jenis antioksidan lain yang terdapat dalam buah kiwi antara lain karoten, lutein, xanthophyll, flavonoid, dan sebagainya.

Mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan dipercaya dapat mencegah beragam penyakit berbahaya seperti jantung, kanker, dan penuaan dini. Salah satu teori mengapa seseorang bisa menjadi tua adalah akibat radikal bebas. Proses oksidasi juga  akan menyebabkan kerusakan DNA yang berujung pada munculnya penyakit kanker.

Penangkal radikal bebas yang diketahui saat ini adalah antioksidan. Kapasitas antioksidan kiwi terhadap senyawa radikal bebas menempati posisi ketiga tertinggi setelah orange dan anggur merah.

Antioksidan yang terdapat dalam buah kiwi merupakan yang paling mudah dimetabolisme tubuh dan diserap ke dalam pembuluh darah. Itu sebabnya makanan sumber antioksidan seperti kiwi sangat disarankan untuk mereka yang ingin sehat secara alami.