Kembar Siam Baru Menyusul Dibedah

JAKARTA, KOMPAS.com – Seusai berhasil dalam operasi pemisahan bayi kembar siam Nabila-Nayla, Selasa (8/6/2010), tim dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, Kamis, membahas kemungkinan operasi bayi kembar siam berikutnya. Bayi kembar dempet yang berasal dari Bogor itu dilahirkan hari Rabu.

Berbeda dengan Nabila-Nayla yang dempet dada dan perut, bayi kembar siam asal Bogor dempet bokong dengan satu anus, kata Mulyadi M Djer, pakar jantung anak, yang menjadi anggota tim dokter yang menangani operasi pemisahan mereka.

Salah satu bayi dempet bokong ini tidak memiliki bentuk kaki yang sempurna dan posisinya sulit. Melihat kondisi umum mereka, menurut Mulyadi, ada kemungkinan pemisahan dapat dilaksanakan. Akan tetapi, salah satu kaki bayi tersebut tetap tidak dapat dipertahankan. ”Saat ini tim dokter masih mengobservasi teknis pembedahannya,” katanya.

Tunggu satu minggu

Sementara itu, Nabila-Nayla kemarin masih dalam masa perawatan intensif di Intensive Care Unit (ICU) RSCM. ”Diperlukan waktu satu minggu untuk menunggu pertumbuhan jaringan hingga bisa menutup bekas operasi,” ujar Mulyadi.

Dalam pembedahan itu, Mulyadi menemukan lubang selebar 2 mm pada jantung Nayla. Penanganan kasus defek septum ventrikel (VSD), atau lubang di sekat ventrikel yang merupakan kasus jantung bawaan, dapat diatasi tanpa operasi.

Untuk menutup VSD digunakan amplatzer. Bila VSD berada di muskular, misalnya, dilakukan dengan menggunakan Amplatzer Muscular VSD Occluder (AMVO). Alat ini dimasukkan lewat kateter dari vena di lipat paha atau vena di leher.

Nabila-Nayla dan bayi kembar siam asal Bogor merupakan kasus kelima dan keenam yang ditangani dokter FKUI/RSCM sejak tahun lalu. Proses pemisahan dilaksanakan pada tiga bayi kembar siam, termasuk Nabila-Nayle, dan semua berhasil dipisahkan.

Beberapa teknik penanganan dilakukan dalam proses memisahkan bayi kembar siam tersebut, seperti penggunaan penggembungan jaringan (tissue expander) untuk menutup rongga perut dan dada yang terbuka, dan pemasangan rongga dada buatan, yang berbahan titanium.

Pada Nabyla, tissue expander bisa tumbuh bagus sesuai harapan. Pada Nayla, tissue expander yang pertama menyebabkan infeksi dan ketika diulang masih muncul infeksi. (YUN)