KEBEBASAN CINTA

Cinta itu seperti seekor burung dan si pemeliharanya, ia memang tersimpan di dalam sangkar, tetapi seberapapun indah sebuah sangkar tentu burung itu akan merasa merana terkurung sendirian.

Seekor burung haruslah disentuh dengan kelembutan, cinta yang mengurung tentu akan melukai seekor burung. Bisa jadi karena terlalu erat kita mencengkramnya burung tersebut bisa jadi merasa kesakitan dan tidak bahagia.

Cinta itu haruslah dirawat dengan kesabaran dan ketulusan. Setiap hari kita harus menyuapinya dengan kasih sayang. Ada kalanya kita merasa bosan merawatnya, tetapi tetaplah bersabar. Karena cinta itu pasti akan memberi kita balasan yang indah.

Semua larangan yang mengekang hanya akan membuat burung itu berpikir untuk lari saja dari si pemilik. Maka jagalah ia dengan sebuah kepercayaan yang akan membuat ia merasa bebas tetapi tetap akan membuat ia rindu untuk kembali kepada kita.

Cinta tidak bisa kita kurung terus di dalam sangkar emas. Jika cinta sudah memilih untuk meninggalkan kita maka biarkan ia merasakan kebahagiaannya di luar sana. Percayalah cinta sejati tentu akan kembali lagi kepada kita.

One thought on “KEBEBASAN CINTA

  1. Banyak orang yang dengan mengatasnamakan cinta, lalu mengekang kebebasan orang yang dicintainya, sehingga rasa cinta yang berlebihan itu jadi terasa membelenggu orang yang dicintainya. Kalau sudah sampai taraf seperti itu, bukan cinta lagi namanya, namun keegoisan. Karena cinta sejati tidaklah menuntut terlalu berlebihan, namun selalu ingin memberi dan memberi kepada orang yang dicintainya itu. Seperti cinta Tuhan kepada manusia, ataupun cinta orang tua kepada anak2nya. Cinta yang selalu memberi tanpa syarat. Hal inilah yang harus di camkan oleh kita semua.

Leave a Reply