Ada Apa dengan Lidah Anak?

Kompas.com – Ketika anak memasuki usia 3 tahun, banyak ibu yang mulai mendapat tantangan untuk membujuk anak-anak mereka menyukai berbagai variasi makanan sehat. Maklum saja, pada usia tersebut sampai masuk sekolah, anak-anak cenderung hanya menyukai satu jenis makanan. Normalkah ini?

Dr. Lawrence Kutner, pengajar yang juga psikolog klinis di Harvard Medical School, menjelaskan, pada dasarnya anak mempelajari cara menikmati makanan dari orangtuanya.  Dan hal ini diyakini Kutner telah diamini oleh berbagai penelitian. “Tapi hal lain yang juga memengaruhi adalah kondisi fisik anak yang memang berbeda dengan orang dewasa,” Kutner yang juga salah satu pendiri Harvard Medical School Center for Mental Health and Media ini memaparkan.

Perbedaan kondisi fisik yang dimaksud Kutner ada pada lidah anak-anak. Lidah anak umumnya lebih sensitf terhadap makanan yang rasa pahit, seperti sayuran. “Ini mengapa banyak anak-anak tidak bersahabat ketika diminta mengunyah sayur.” Tapi anak-anak juga sangat mengandalkan pada asumsi dan di sinilah orang tua bisa berperan, lanjut Kutner.

Anak-anak akan merasa menikmati makanannya ketika melihat orangtuanya begitu menyukai makanan yang disajikan, termasuk sayuran. Trik ini lebih efektif ketimbang “menyuap” anak dengan memberikan mainan setiap kali mau mengonsumsi sayuran. Sebab rasa suka itu akan masuk kadarluarsa ketika kita berhenti memberinya hadiah.

Cara yang paling efektif adalah dengan menyajikan satu jenis makanan atau sayuran beberapa kali dalam satu minggu. Bisa 8 sampai 10 kali dalam seminggu memberikan sayuran tersebut agar semakin membuat anak-anak terbiasa dengan rasa yang diberikan. “Ini adalah cara mengenalkan rasa secara konstan hingga otaknya dapat merekam sensasi rasa yang baru dikenalkan.

Ajak juga anak-anak untuk ikut menyiapkan makanan yang akan kita sajikan. Dengan begitu menurut Kutner, anak-anak bisa belajar mengenal bahan makanan. Membuat mereka terbiasa dengan bahan-bahan yang akan dimasak bisa menimbulkan ketertarikan mereka untuk mencobanya. Sebab kita bisa mengajaknya mencium aroma menggiurkan yang dikeluarkan masakan yang kita olah bersama.

Jadi jangan langsung memarahi anak ketika dia tidak menyukai makanan yang kita sajikan. Mari kenalkan anak pada makanan sehat dengan cara menyenangkan. (preventionindonesia.co.id/Siagian Priska)