You are browsing the archive for 2010 June.

Gizi Susu Sapi Organik Tak Beda

6:17 pm in Informasi by Yogi Liman

Kompas.com — Sudah bukan rahasia lagi bahwa susu merupakan sumber gizi yang sangat kaya. Susu mengandung sekurangnya 14 dari 18 vitamin dan mineral yang paling dibutuhkan tubuh setiap hari.

Namun, beberapa tahun terakhir ini muncul keraguan akan kualitas mutu dan gizi susu sapi karena sistem peternakan dewasa ini sapi lebih banyak dikandangkan dan tidak lagi makan rumput. Keterbatasan lahan dan sulitnya mendapat rumput membuat sapi-sapi di era modern ini lebih sering mendapat pakan ternak konsentrat.

Makanan sapi memang memengaruhi kualitas susu. Namun, secara umum tidak ada perbedaan mencolok antara sapi yang diberi makan rumput atau konsentrat. "Perbedaan mungkin hanya komponen mikronya saja, kalau komponen makronya mirip-mirip," tutur Purwiyatno Hariyadi, PhD, ahli teknologi pangan dari Institut Pertanian Bogor.

Demikian juga halnya dengan susu organik. Purwiyatno mengatakan, peternakan organik sebenarnya lebih memberikan kaidah lingkungan, tetapi tidak ke produknya. "Sapi ataupun tanaman yang diberikan makanan alami atau buatan, hasil produknya tak berbeda jauh," katanya.

Bukan hanya susu, produk organik lainnya juga secara gizi dan keamanan mutu sama saja. "Bila dibandingkan, ada kelebihan pada produk organik, tapi juga ada kekurangannya. Hingga saat ini belum ada data yang mengatakan yang satu lebih baik dari lainnya," ujar Direktur Southeast Asian Food & Agricultural Science & Technology ini.

Sementara itu, anggapan bahwa sapi yang dikandangkan lebih stres dibanding sapi yang dibiarkan bebas di rumput, menurut Purwiyanto, tidak akan memengaruhi kualitas gizinya. "Pengaruhnya mungkin lebih kepada jumlah produksi susunya, bukan nilai gizinya," urainya.

Ia menambahkan, konsumen tidak perlu khawatir pada kualitas gizi susu sapi. "Kalau kita bicara tentang produksi massal, pasti hasil akhirnya akan distandardisasi oleh industri. Tinggal dilihat saja di label kemasan tentang informasi gizinya," katanya.

Tiga Serangkai Pengantar Tidur

6:49 pm in Informasi by Yogi Liman

JAKARTA, KOMPAS.com - Anda sering mengalami gangguan sulit tidur atau insomnia? Ada cara alami untuk mengatasinya, yakni dengan memanfaatkan pala, kangkung, dan seledri.

Salah satu kiat agar tubuh senantiasa bugar adalah tidur cukup dan berkualitas. Masalahnya, banyak orang sekarang kurang tidur gara-gara mengalami gangguan tidur atau insomnia.

Faktanya, 30-50 persen penduduk dunia menderita insomnia, dan 10 persen di antaranya masuk kategori insomnia kronis. Meski tubuh sudah cukup lama terbaring di kasur, tak kunjung bisa terlelap.

Penyebab utama insomnia adalah stres. Penderita insomnia biasanya punya daya konsentrasi yang lemah dan mengalami kepenatan dalam tingkat parah.
Kecukupan tidur Anda tidak diukur dari lamanya waktu tidur, tetapi lebih pada kualitas tidur. Tidur dikatakan berkualitas jika Anda terbangun di pagi hari dalam keadaan bugar.

Masalah insomnia juga dialami Iwan. Sudah hampir setengah tahun ini ia baru bisa terlelap menjelang pagi hari. Meski sudah mengonsumsi obat tidur, tetap saja ia susah tidur.

Salah seorang teman menyarankan agar Iwan mengonsumsi ramuan tradisional berbahan baku kangkung, pala, dan seledri. Setelah rutin minum jus tiga bahan itu, beberapa hari kemudian ia bisa tidur nyenyak.

“Tiga bahan itu dijus. Biar enak, tambahkan buah seperti semangka, melon, belimbing, atau satu sendok madu,” kata Iwan.

Efek Menenangkan
Di Indonesia, sejarah penggunaan pala dan kangkung sebagai herbal untuk mengatasi insomnia, secara turun temurun sudah berlangsung selama ratusan tahun. Literatur paling tua ditulis oleh Mevrouw J. Kloppenburg-Versteegh, seorang wanita Belanda.  

Dia menulis berdasarkan apa yang diamati dan didengar dari masyarakat sekitar, serta yang sudah dipraktikkan sendiri. Cetakan ketiga buku itu diterbitkan tahun 1912, judulnya Werken en Raadgevingen betreffende het gebruik van Indische Planten, Vruchten enz (Cara dan Nasihat Mengenai Penggunaan Tanaman Indonesia, Buah-buahan, dll). Literatur itu juga menyebut bahan lain yang berkhasiat sebagai obat insomnia adalah cabe puyang (cetakan ke-12 tahun 1968).

Seledri juga sudah lama dipakai di Indonesia maupun di belahan bumi lain sebagai obat untuk mengatasi insomnia. Catatan terlama mengenai seledri, khasiatnya sudah dirasakan oleh bangsa Mesir kuno (zaman sebelum Masehi).
Seperti diungkapkan Adriana Suwono dari Herbacare, dibandingkan dengan kangkung dan pala, seledri tidak secara langsung dipakai untuk meredakan insomnia. Seledri lebih memiliki efek menenangkan dan menurunkan darah tinggi.

Seperti kita tahu, saat stres, tekanan darah seseorang biasanya tidak stabil. Nah, seledri berfungsi untuk menstabilkan (bukan menurunkan) tekanan darah.
Pemicu Kantuk

Gabungan ketiga bahan itu, yakni kangkung, pala, dan seledri, diramu oleh Dr. J. Sidhajatra Suwono, sekitar 30-an tahun lalu, terbukti efektif mengatasi masa¬lah sulit tidur dan menstabilkan tekanan darah tinggi.

Kangkung berfungsi sebagai pemicu kantuk. Pala sebenarnya tidak terlalu menyebabkan kantuk seperti kangkung, tetapi membuat enak tidur. Sementara itu, seledri berperan menstabilkan tekanan darah.

Dalam kehidupan sehari-hari, kangkung dan seledri biasa dikonsumsi dalam bentuk sayur, sedangkan pala dalam bentuk manisan atau sirop. Adriana menambahkan, untuk mencapai efek yang diinginkan, dosis berperan penting.

“Makan seledri beberapa lembar dicampur wortel, kentang, ayam, bakso, tentu bakal berbeda kalau kita khusus merebus seledri, kangkung, dan pala untuk obat insomnia. Hasil rebusan sudah merupakan ekstrak sederhana. Merebus dengan misalnya 5 gelas air sampai tersisa 1,5 gelas, itulah ekstraknya,” tuturnya.

Dia menganalogikan dengan ekstrak ayam. Maksudnya, daging ayam yang direbus dengan air 1 panci sampai tersisa sekitar 2 gelas. Ayam sudah tidak ada rasanya lagi, semua zat terserap di dalam sisa air ekstrak tersebut. Begitu juga dengan ekstrak tanaman obat.

Tidak Kecanduan
Ekstrak ketiga bahan tersebut kini tersedia dalam bentuk kapsul, seperti yang dibuat Adriana dengan nama ekstrak Naturest. Ia menjamin ramuan ini aman dan tidak menimbulkan kecanduan karena 100 persen terbuat dari bahan alami. Jika Anda ingin meramu sendiri tidaklah sulit, bisa dijadikan bahan rebusan atau jus.

Bila Anda bermasalah dengan gangguan tidur (insomnia), cobalah tiga serangkai ini. Dijamin Anda akan bisa tidur nyenyak.

Direbus atau Dijus
Kangkung dan seledri dapat dikonsumsi sebagai sayuran, sedangkan pala bisa dibuat sirop atau manisan. Ketiga bahan tersebut bisa diramu untuk mengatasi gangguan tidur.

Bagaimana caranya? Seperti dijelaskan Adriana dari Herbacure, takarannya bebas, misalnya masing-masing 1 genggam daun kangkung dan seledri basah serta pala secukupnya. Dalam bentuk kering, kurang lebih beratnya sekitar 3-10 gram.

Rebusan
Cuci bersih dua genggam kangkung yang telah dibersihkan bagian batang bawahnya, dua genggam seledri, dan pala secukupnya. Panaskan tiga gelas air sampai mendidih. Selanjutnya masukkan ketiga bahan tersebut dan tunggu sampai airnya tinggal satu gelas. Bisa ditambahkan satu sendok teh madu bila suka. Minum ramuan ini setelah makan malam atau sebelum tidur.  

Jus
Cuci bersih satu genggam kangkung segar yang telah dibersihkan batang bawahnya, satu genggam seledri, dan pala secukupnya. Ketiga bahan tersebut dimasukkan ke dalam blender yang telah diisi satu setengah gelas air.
Setelah dijus, Anda dapat menyaringnya dan menambahkan satu sendok teh madu atau susu secukupnya agar lebih manis. Jika ingin lebih segar, tambahkan es batu. Minum sesudah makan malam atau sesaat sebelum tidur. (Lalang Ken Handita)

avatar

by Phei

HIDUP SEBAGAI WANITA KEDUA

3:01 am in Diskusi by Phei

“Setiap hari saat aku terbangun dari tidurku seorang diri, aku tinggal dalam sebuah rumah standart yang cukup besar, tentunya sendirian saja. Pergi shopping dan ke salon menjadi rutinitas harianku, aku harus mempercantik diriku agar kekasihku tidak bosan dan meninggalkanku. Tentu saja aktivitasku tidak akan membuat aku menjadi bangkrut. Kadang aku pergi ke club-club saat malam hari, semua aku lakukan untuk mengusir rasa sepiku.
Tidak jarang ada lelaki yang datang mendekatiku, tetapi aku tidak mau ambil resiko kehilangan kekasihku. Setiap hari senin sampai kamis kekasihku datang mengunjungiku sepulang kerjanya sebagai direktur di sebuah PT, kadang ia menginap tetapi kadang ia harus segera pulang untuk melihat anaknya di rumah.
Hari libur dihabiskannya bersama keluarga pertamanya, memang hidupku ini memilukan, tapi selama ia tidak melupakanku dan tetap menafkahiku aku tidak merasa keberatan”

Itulah salah satu cerita tentang kehidupan wanita kedua, masyarakat menyebutnya dengan istilah istri kedua atau wanita simpanan. Fenomena ini sudah semakin menjamur saja. Apalagi di kota-kota besar. Sudah barang umum bila seorang pria memiliki WIL atau mempunyai banyak istri.

Entah fenomena ini seperti ini harus kita biarkan saja atau harus kita tindak lanjuti lagi. Contohnya saja kasus vokalis salah satu band terkenal di Indonesia yang mengundang kontroversi sampai sekarang ini masih berlanjut. Kisah tentang perselingkuhan dan wanita kedua sudah pasti membuat wanita pertama sakit dan bila ketahuan membuat rumah tangga seseorang menjadi hancur.

Bagaimana menurut kalian sendiri? Punya juga ga kisah cinta terlarang seperti kisah di atas?

Konsumsi Susu Nasional Rendah

6:34 pm in Informasi by Yogi Liman

JAKARTA, KOMPAS.com - Susu segar secara alami mengandung mineral dan zat gizi penting. Konsumsi susu setiap hari bisa memperbaiki status gizi anak. Sayangnya, konsumsi susu di Indonesia masih sangat rendah.

Konsumsi susu nasional saat ini baru mencapai 10,47 liter perkapita pertahun. Jumlah itu masih jauh di bawah Malaysia 27 liter, Jepang 37,8 liter atau Amerika 83,9 liter.

"Indonesia masih berada di urutan kedua dari bawah" kata Prof.Zaenal Bachrudin, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian.

Zaenal menambahkan, faktor utama yang jadi penyebab rendahnya konsumsi susu adalah tingginya harga susu olahan, serta belum membudayanya kebiasaan minum susu di kalangan masyarakat. Dilihat dari jenis susu yang dikonsumsi, susu bubuk merupakan jenis yang paling banyak dikonsumsi yakni mencapai 43,3 persen.  Sedangkan  bentuk UHT 4,6  persen, susu steril 2,7 persen dan susu pasteurisasi 1,2 persen.

"Di negara maju susu segar lebih banyak dikonsumsi karena susu segar lebih banyak mengandung protein aktif," kata Zaenal dalam acara seminar dalam rangka Hari Susu Nusantara di Jakarta, Selasa (29/6/2010).

Lebih Puas Berhubungan dengan Tante

6:30 pm in Informasi by Yogi Liman

"Saya pemuda umur 29 tahun, belum menikah, punya pacar umur 27 tahun. Kami sudah melakukan hubungan seks sejak dua tahun lalu. Selain dengan pacar, saya juga berhubungan seks dengan seorang janda yang usianya 46 tahun.

Hubungan gelap tersebut sudah berlangsung setahun terakhir. Yang menjadi tanya saya, mengapa saya lebih puas berhubungan dengan tante janda itu dibandingkan dengan pacar yang lebih muda dan lebih cantik?

Saya pernah membaca ada kelainan seks di mana orang terangsang kepada orang yang lebih tua. Saya takut, apakah saya termasuk mengalami kelainan itu? Terus terang, sekarang saya lebih sering berhubungan seks dengan janda itu daripada dengan pacar.

Gara-gara janda itu pula, saya usulkan kepada pacar untuk menunda perkawinan yang semula kami rencanakan akhir tahun ini. Soalnya tante itu bilang kalau saya sudah kawin, lebih sulit ketemunya.

Apakah mungkin kemudian saya tidak tertarik lagi kepada pacar saya dan lebih tertarik kepada janda itu? Bagaimana caranya agar saya bisa lebih puas dengan pacar?
S.G, Solo


Bukan gerontofilia
Kepuasan seksual dipengaruhi oleh tiga faktor. Pertama, fungsi seksual kedua pihak. Kedua keterlibatan emosional terhadap pasangan. Ketiga, pengalaman seksual.

Kalau Anda merasa lebih puas melakukan hubungan seksual dengan janda berusia 46 tahun, tentu ada faktor penyebabnya. Mengacu pada ketiga faktor di atas, mungkin fungsi seksual Anda baik. Lalu bagaimana fungsi seksual pacar Anda dibandingkan janda itu?

Saya tidak tahu bagaimana keterlibatan emosi Anda terhadap pacar Anda dibanding janda itu. Mungkin saja secara emosional Anda lebih terikat dengan pacar, namun pengalaman seksual janda itu membuat Anda tertarik dan lebih puas. Apalagi kalau ditambah dengan keterlibatan emosional juga.

Jadi, kalau tertarik dan lebih puas dengan perempuan lebih tua, tidak selalu berarti suatu kelainan seksual. Memang benar ada penyimpangan seksual yang disebut gerontofilia, tertarik dan terangsang hanya kepada orang yang jauh lebih tua. Namun, bukan berarti Anda pasti mengalami ini.

Orang yang mengalami gerontolifia hanya terangsang pada orang yang lebih tua, yang secara nalar sehat tidak dapat diterima. Karena itu, dengan cara apa pun yang bersangkutan harus mencari orang yang berusia jauh lebih tua.

Pada titik ini, saya pikir Anda dapat menentukan sikap dalam kaitan rencana ke depan dengan pacar Anda.

Prof.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And