PARA WANITA PERKASA

Teman-teman pernah gak kalian membayangkan seorang wanita yang berusia 50 tahun lebih bekerja mengangkat adukan semen dan menyodorkan batu bata untuk tukang yang akan membangun sebuah gedung atau rumah? Atau pernah gak kalian melihat seorang wanita paruh baya menyapu jalan raya di sebuah kota besar?

Itulah gambaran yang terlihat di kehidupan nyata akhir-akhir ini. Bagaimana kerasnya suatu kehidupan membuat seorang wanita, bahkan ibu rumah tangga menjadi kuli bangunan dan pekerja kasar. Ada juga sebuah tayangan reality di televisi yang menayangkan seorang ibu tua yang keseharian bekerja sebagai tukang pukul batu, pekerjaan itu terbilang sangat berat tetapi yang didapat oleh si ibu hanya upah Rp.750,- per kilogram batu kali yang ia pecahkan.

Dalam sehari saja si ibu tersebut hanya bisa mengumpulkan 3-4Kg batu saja. Banyak cerita pilu kaum wanita yang harus sendirian melawan kerasnya dunia, namun ada hal lain dibalik itu yang bisa kita pelajari dan ambil hikmahnya. Yaitu mengenai arti suatu rasa syukur. Kita sendiri sebagai kaum muda kadang juga lupa untuk mensyukuri segala rejeki yang telah kita terima.

Padahal kalau kita mau melihat dari sudut pandang yang lain, pekerjaan yang kita kerjakan sekarang ini tidaklah sulit, hanya butuh sedikit ketekunan saja untuk mendapatkan hasil lebih. Kita kadang terlalu memandang ke atas saja, sehingga kita lupa untuk melihat ke bawah, ada banyak hal yang bisa kita syukuri dari apa yang telah kita miliki.

Para wanita pekerja keras itu bisa menjadi contoh bagi kita untuk terus berkarya dan bekerja dengan tekun. Para wanita perkasa yang tidak mengenal lelah untuk terus mencari nafkah bagi keluarga mereka. Bayangkan saja teman bagaimana setiap pagi subuh mereka harus bangun untuk menyiapkan makanan bagi keluarga mereka dan berangkat lagi bekerja memikul barang berat.

Teman-teman yang mungkin saat ini sedang mengeluhkan pekerjaan yang masih menumpuk atau sedang meratapi hidup yang semakin susah, perlu juga kita sesekali melihat lagi ke bawah, mencoba untuk melihat lagi di sekitar jalanan bahwa masih banyak yang hidupnya jauh lebih sulit daripada kita. Pernyataan ini mungkin sudah sering teman dengar, tetapi kadang juga kita masih lupa untuk melirik ke bawah agar kita bisa mensyukuri hidup kita lagi.

One thought on “PARA WANITA PERKASA

  1. Salut banget untuk para wanita diatas. Gue paling jengah kalo denger cewek yang bisanya complain terus. Kayaknya tuh dia wanita yang paling malang seantero jagat. Gua ada temen cewek yang kalo ditelepon atau ketemu, komentar awalnya langsung “gua pusing deh, gua stres deh, gue suebelll deh…bla.. bla… bla….
    Ada juga yang tiap kali ketemu bilangnya gak punya duit melulu, minta objekan atau dagangan apa gitu yang bisa nambah pemasukan dia. Sekali2 sich gua bisa deh dengerin keluhan dan berusaha menanggapi, syukur2 bisa kasih solusi. Lha kalo tiap kali…..emangnya apaan. Seakan2 gua tuh gak pernah ada kesusahan aja. Hidup di dunia ini emang begini. Kalo ngeluh aja bisa mecahin masalah, semua orang ngeluh aja, nanti Tuhan kasih solusi. Uang gak akan datang sendiri kalo gak dicari. Nyarinya juga perlu usaha. So, daripada ngoceh aja, mendingan kita melakukan tindakan nyata. Banyak dari Kita yang seringkali saya lihat tidak mensyukuri dengan apa yang sudah dimiliki, selalu merasa kurang. Itulah bentuk keserakahan manusia yang timbul karena dorongan lingkungan sekitar dan juga dari media yang secara bombastis dan berkala mempromosikan kemewahan duniawi sehingga mendorong konsumerisme massal . Sadarlah kalau semakin lama uang semakin susah didapat. Daripada dibuang untuk hal yang tidak perlu, lebih baik ditabung di bank, uang anda akan berbunga, dan juga jangan lupa sisihkan sebagian untuk membantu mereka yang kurang beruntung, karena anda juga akan mendapat bunga spesial, dari Sang Pencipta.

Leave a Reply