IMBAS ACFTA (China-ASEAN Free Trade Area)

Teman-teman semenjak ditetapkannya tahun 2010 sebagai tahun pembukaan AFTA, China menjadi negara promotor yang mengawali dimulainya pengiriman produk-produk lokal dari negaranya. Dampak awal yang terasa adalah meningkatnya omzet penjualan ponsel merk china.

Dikabarkan penjualan ponsel produk china melonjak hingga 100%. Selain perbaharuan kualitas produk, harga handphone china juga relative terjangkau oleh kalangan kecil dan menengah.

PT Telesindo contohnya, tahun 2009 Telesindo hanya menjual sekitar 30.000 unit ponsel, namun awal 2010 ini saja sudah mencapai 100.000 unit. Hal ini disebabkan juga karena pengenaan bea masuk hampir mencapai 0%.

Serbuan produk-produk china akan terus berlangsung mulai tahun ini. Sehingga produk-produk lokal kita juga sudah harus siap untuk mengikuti persaingan produk yang semakin ketat, selain itu juga produk kita sendiri juga harus siap bersaing secara harga dengan produk luar. Banyak perusahaan yang tidak memperhatikan issu AFTA sejak 5 tahun yang lalu, sehingga banyak juga perusahaan lokal yang kelabakan mendengar pembukaan AFTA tahun ini.

Saat ini pemerintah sedang berusaha melakukan renegosiasi ACFTA, karena para pengusaha banyak yang belum siap untuk mengikuti persaingan dagang dengan produk china. Namun kita juga masih belum tahu apakah renegosiasi tersebut bisa terlaksana. Karena pemerintah sendiri juga tidak bisa bertindak jauh mengenai ACFTA tahun ini, hal ini juga disebabkan karena perjanjian sudah lama disusun, sehingga ada prosedur panjang yang harus dilalui untuk melakukan renegosiasi.

Tetapi teman-teman tidak perlu berkecil hati dalam menyambut perdagangan bebas yang tengah berlangsung. Kita harus bisa melihat sisi positif dari munculnya AFTA. Misal dengan adanya persaingan bebas ini dapat memacu kita untuk menciptakan karya-karya yang nantinya bisa juga menyaingi produk dari luar. Sekarang tergantung kita sebagai generasi muda untuk melanjutkan pembangunan bangsa kita.

Leave a Reply