Sudahkah Kita Menikmati Hidup Akhir-Akhir Ini?

Teman-teman kapankah terakhir kali kita menikmati hidup kita? Lho, gimana maksudnya. Maksudnya menikmati hidup dalam arti yang sesungguhnya. Bukan menikmati secara duniawi saja, tetapi benar-benar menikmati hidup, tersenyum meskipun banyak masalah yang menghadang. Kapan terakhir kali kita tersenyum secara tulus pada diri kita sendiri?

Kepadatan jadwal dan kepenatan hidup itu rasanya sudah menjadi suatu keseharian dalam hidup kita saat ini. Bahkan bisa dibilang kita sudah menjadikan kesibukkan sebagai kawan kita setiap harinya. Kita jadi terbiasa pergi kemana-mana dengan membawa “kawan” kita ini, entah dengan hati riang maupun dengan penuh beban.

Kejenuhan dan kepanatan seolah mau tidak mau harus kita terima begitu saja. Tetapi, pernahkah kita berpikir dari sisi lain? Pernahkah kita berusaha melepas segala kepenatan itu tetapi tetap saja tidak berhasil? Semua dari kita pasti pernah merasakan betapa inginnya kita menikmati segelas kopi tanpa terganggu pikiran dan beban apapun.

Jaman globalisasi saat ini seperti perputaran sebuah gasing, memusingkan dan serba cepat. Kalaupun gasing itu terhenti kita sudah merasa sangat kelelahan karena telah dengan cepatnya berputar. Kadang sampai kita lupa bahwa gasing itu sebenarnya bisa memilih kapan kita ingin berputar. Pemicu gasing itu mungkin punya hak untuk merebut waktu kita, tetapi ia tidak bisa sepenuhnya mengendalikan kita.

Pemicu gasing itu sendiri bisa berupa rutinitas pekerjaan, ataupun bos kita di kantor. Pemicu gasing itu bisa berupa apa saja, tetapi ia tidak bisa sepenuhnya mencambuk kita untuk terus berputar dan berputar sampai kita menjadi “aus” suatu saat nanti. Bekerja dengan keras itu boleh saja, karena segala kebutuhan kita saat ini membutuhkan pemenuhan materi yang tidak sedikit. Tetapi ada saatnya dimana gasing itu memilih untuk berputar dan berhenti.

Kita tetap harus ingat untuk menikmati hidup kita. Cara termudah adalah dengan mencintai diri kita. Setiap kita terbangun dari tidur siapakah yang selalu ada bersama kita? Tentu jawabannya adalah diri kita sendiri, maka dari itu nikmatilah hari kita bersama diri kita terlebih dulu. Pergilah ke depan cermin dan tersenyumlah pada seseorang yang ada di depan kita. Ketika kita melihat sosok di cermin itu balas tersenyum, maka tersenyumlah lebih tulus lagi pada bayangan itu. Maka saat itu juga kita telah memulai hari kita dengan santai dan dengan memberi kesempatan baru pada diri kita sendiri. Bisa di coba lho.

Jangan lupa juga ketika kita akan tidur, ucapkan pada bayangan kita di cermin terima kasih yang tulus. Selamat menikmati hidup. ^_^

Leave a Reply