Monster Emosi

Pernah gak kalian mendengar tentang cerita tentang monster emosi yang masuk ke dalam istana raja pada jaman dahulu? Jadi begini kisahnya, pada jaman dahulu kala ketika masih jaman dinasti kerajaan di Tiongkok, sempat terjadi sebuah kisah yang menggemparkan seluruh negeri. Pada suatu hari terdapat monster jelek buruk rupa dan berbau sangat busuk masuk kedalam istana raja. Monster itu masuk dan duduk di atas tahta raja.

Banyak pengawal raja yang murka dan marah. Para pengawal raja memaki-maki monster tersebut dan menghunuskan pedang mereka, tetapi bukannya pergi monster itu malah bertambah besar ukuran tubuhnya dan berkembang menjadi lebih menjijikan dan lebih busuk. Para pengawal semakin mengumpat dan memarahi monster tersebut. Para pengawal memaki dan mengancam sang monster.

Tetapi ukuran monster justru bertambah besar dan dari mulutnya juga keluar kata makian yang semakin kasar dan menjijikkan. Sampai akhirnya raja yang bijaksana tiba dan melihat kejadian tersebut. Sang raja yang melihat hal itu justru mempersilahkan sang monster untuk duduk santai, dan ia menyuruh dayang-dayang dan pengawalnya untuk menyediakan jamuan bagi sang monster. Setelah itu perlahan-lahan ukuran tubuh si monster bertambah kecil dan semakin mengecil. Semakin ia dilayani dengan baik, monster itu bertambah kecil dan berkurang bau busuk serta umpatan kasarnya. Para pengawal menawarkan untuk memijit kaki sang monster. Monster itu semakin menikmatinya dan ia tambah mengecil dan menghilang seketika itu juga.

Percaya atau tidak, monster itu masih ada sampai sekarang. Ya, monster itu ada dalam diri kita masing-masing. Semakin ia diberi makan rasa marah, maka semakin besar dan busuk ia berkembang. Sama ketika kita marah-marah pada orang lain dan mengumpat orang lain, maka monster yang ada pada orang lain juga akan membesar dan berbalik menyerang kita. Akan berbeda jadinya bila ketika kita menghadapi seseorang yang marah dan emosi pada kita dengan rasa tenang dan dengan kebaikan. Maka monster amarah yang terdapat pada orang tersebut akan mengecil dan mereda, bahkan bisa jadi orang tersebut akan berbalik melakukan kebaikan pada kita.

Teman-teman, janganlah kita membalas amarah dengan amarah, karena hal itu hanya akan menambah buruk sikap seseorang pada kita. Mulai dengan hal kecil, misalnya dengan tidak mengumpat pada orang yang telah memotong antrian kita, atau memaki seseorang yang merebut kursi duduk kita di sebuah food court di mall. Simple aja kok, cukup balas dengan tersenyum saja, dan kita lihat bagaimana reaksi orang tersebut. Mau mencobanya? 🙂

Leave a Reply