Adakah Jaminan di Dunia Glamour?

Setyani Dwi Retno alias TiaKasus pembunuhan seorang model di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat berhasil terungkap. Pelaku tak lain adalah penata rias korban yang bernama Fajar/Dede. Pembunuhan Setyani Dwi Retno alias Tia yang terjadi pada Rabu siang menjadi pembelajaran bagi kita teman-teman, betapa dunia glamour/kekayaan itu tidak sepenuhnya menjamin segala keamanan dan kesejahteraan kita.

Banyak dari teman-teman kita yang masih muda ingin mencoba peruntungan cepat untuk menjadi kaya, yaitu lewat dunia glamour keartisan. Sebenarnya apakah dunia gemerlapan dan ketenaran itu benar-benar sepenuhnya bisa menjamin kehidupan kita di masa depan?

Ya, lagi-lagi ini masalah ekonomi dan masalah kekayaan. Masalah ini tidak akan ada habisnya untuk kita ulas, jaman sekarang ini siapa sih yang gak mau cepat kaya? Semua orang pasti ingin cepat kaya dan bisa menempuh jalan pintas untuk lepas dari penderitaan. Ambisi itu tidak salah, hanya saja jangan sampai kita terjerumus dalam ambisi negative yang tiada akhir.

Untuk lebih membuka wawasan teman-teman, ada dua buku yang mau kita rekomendasikan. Buku pertama adalah karya anak bangsa kita sendiri, buku yang berjudul Nyonya Jetset karangan Alberthiene Endah, menceriterakan kehidupan seorang model kota cosmopolitan yang beruntung menikah dengan anak seorang pengusaha terkaya di Indonesia, yang akhirnya membawa tokoh utama masuk ke dalam kehidupan glamour ibu kota. Tetapi di balik itu semua terdapat kepedihan yang tersembunyi di balik tembok berlian keluarga Susantono. Untuk lengkapnya bisa teman-teman baca sendiri.

Yang kedua adalah buku karangan Paulo Coelho yang berjudul The Winner Stands Alone. Kisah yang berlatar belakang Festival Film Cannes ini akan membawa kita untuk mengetahui kehidupan asli dunia glamour di luar negeri. Bagaimana kehidupan mereka yang sebenarnya, dan apa yang terjadi dengan ambisi si tokoh utama “Igor” yang ditulis secara indah oleh sang pengarang. Buku yang satu ini juga jangan sampai terlewatkan oleh kita.

Kita tidak mengatakan bahwa kekayaan hanya bisa membawa dampak negative bagi kehidupan kita. Semua itu hanya masalah persepsi kita dan bagaimana cara kita menyingkapinya saja. Boleh saja kita ingin terjun ke dalam ke“glamor”an, tetapi kita juga harus belajar bahwa dunia tersebut tidak hanya berisi keindahan; tetapi juga masalah yang tersimpan di dalamnya. Semoga kasus pembunuhan dan negative lainnya di dunia glamour tidak terjadi lagi. Bagaimana menurut teman-teman?

Leave a Reply