Gaya Cewek Kampus Metropolitan

You may also like...

2 Responses

  1. Don says:

    Baca artikel diatas, gua ada beberapa cerita nyata dari teman2 gue, antara lain :

    1. Gue jadi inget pengalaman waktu gue pacaran dengan cewek anak kuliahan di salah satu uni top yang notabene tujuan favorite para pencari anak orang kaya di Jakarta Barat pada awal 90 an. Hampir semua orang daerah yang tujuannya mau cari jodoh anak orang kaya, kebanyakan larinya ke sini. Saat gedung baru jadi dengan segala kemegahan saat itu, kebetulan gue nungguin bokin gue pulang kuliah di loby nya, gue serasa nonton serial Beverly Hills 90210. Para mahasiswi berpenampilan heboh, trendy dan wangi panfum luar negeri saat keluar loby pakai black sunglass bermerk Fendy, Gucci, Versace etc, sambil nenteng branded bags nya n menuju ke boil yang hampir semua the latest model Honda, BMW or mercedes. Ada yang ngegandeng cowok keren dan cakep juga, yang so pasti boilnya juga sekelas mereka.
    Dalam bayangan gue, gila yah, anak2 yang kuliah disini kaya2 amat yah ? Serem deh kalo jatuh cinta sama yang tipe begitu, bisa mati ongkos pacarannya. Karena saat itu, bokin gue cerita, kalo kita cowok naik kijang or panther, itu di anggap GOLKAR. Gua kira mah apaan, gak taunya Golongan Kere.
    Suatu kali bokin gue minta tolong gue supaya bantu ngajarin mata kuliah operational management ke salah satu temennya, yang juga berpenampilan heboh. Akhirnya gue datengin alamatnya di daerah ancol sana. Gue kira mah ancol yang komplek pasir putih atau karang bolong lah at least menilik dari penampilan dan mobilnya. Gak taunya doi tinggal di komplek ruko yang kumuh dan gak gitu kelihatan. Begitu rolling door dibuka, mercedes menantang. Koq mau yah tinggal di tempat kayak begitu. Selama proses ngajar, tuh HP, yang pada waktu itu masih merupakan barang mewah banget, bunyi terus. Dalam hati gua juga pikir, nich orang ngapain sich telpon terus. Setelah datang beberapa kali baru deh gue mengetahui kalo ternyata dia itu cewek piaraan yang merangkap escort lady. Cantik, tinggi, mulus, kinclong, suara mengundang dan body aduhai. Tiap hari tuh cowok2 bego digilir untuk bisa keluar sama dia, selama yang miara gak ditempat. Dan mereka seakan sangat bangga bisa gandeng cewek itu. Dan yang lebih mencengangkan lagi, disana dia tinggal bersama mamanya, yang kelihatan banget penampilannya bukan ibu modern, namun gue yakin banget dia tau profesi anaknya dan sangat mendukung profesinya tersebut.

    2. Saat gue di SMA, kebetulan gue sekolah di salah satu SMA favorite yang gudangnya anak orang kaya Jakarta. Saat itu belum ada sekolah national plus seperti sekarang ini, jadi yayasan sekolah gue itu rajanya sekolah elite disamping karena prestasinya juga bagus. Di situ ngumpul tuh anak2 pinter, cowok ganteng, cewek cakep, yang 90% datang dari keluarga kaya. Gak sengaja, gue kenalan dengan salah satu cewek anak dari daerah Jawa Tengah, yang baru aja datang 1 bln ke Jakarta, dan langsung sekolah disitu. Anaknya cantik, seksi, tapi lugu banget. Karena huruf depan namanya sama dengan nama gue, makanya kita kalo lagi praktikum atau lab bahasa duduknya sebelahan, dan jadi sering ngobrol dan akhirnya curhat. Curhatnya itu membuat gue terperanjat banget. Dia itu anak tunggal dari pengusaha cengkeh yang kaya di kotanya, dan maminya itu sangat cantik dan muda, banyak berhubungan dengan orang2 kaya juga di lingkungannya. Alasan dia ke sekolah di Jakarta karena papinya itu melarikan dia supaya jauh dari maminya. Bayangin aja, saat itu dia baru umur 15-16 th, maminya memaksa dia kawin dengan orang kaya temen ngumpul maminya, jadi seumur maminya, dan kalo perkawinan itu benar2 terjadi, maminya akan semakin lancar berbisnis dan mendapat uang yang banyak. Gila gak ? Anak kandung satu2nya lho, dan mereka secara finansial gak kekurangan sama sekali. Dulu gue kira cerita seperti ini cuma karangan belaka kalo lihat di film atau sinetron Indonesia.

    3. Ada juga yang sudah jadi piaraan orang kaya, saat masih 17 tahun, gak sampai setahun yang miara mati, lalu dia keluar negeri untuk operasi selaput dara, dan balik kembali sebagai perawan ting2, dan mulai pencarian lagi. Sampai 3 kali operasi, karena target sasaran orang kaya yang udah berumur, dan gak lama kena goyangannya, langsung menghadap ilahi. Gue denger langsung pengakuan ibunya nich anak, karena kita pernah ngobrol saat berobat di Singapore, dan dengan bangganya dia memamerkan sepak terjang anaknya itu. Dari 3 cukong yang miara dia itu, dia bisa punya rumah mewah di Pluit, apartemen 2 unit di TA, mobil mewah 2 bh, apartemen di Bukit Timah Singapore, perhiasan berlian yang melotot2 sekaleng biskuit, dan tabungan dolar yang nominalnya udah lewat dari 1 juta. Betapa menggiurkan bukan.

    Berdasarkan pengalaman gua tadi, gua bisa menyimpulkan, kalo pola ayam kampus dan material girl ini gampang2 susah diatasi. Jadi bagaimana keadaan sekarang gak semakin parah, kalo situasi 15-20 th yang lalu aja udah kayak begitu, dan orang tuanya mendukung. Saran yang penulis paparkan diatas, itu hanya bisa diterapkan dalam keluarga yang harmonis, walau gak kaya tapi interaksi sesama anggota keluarga baik, sehingga mereka bisa saling menjaga, menasehati, mengingatkan serta melindungi. Lalu bagaimana halnya dengan pribadi2 seperti yang saya temui diatas, dimana sang ibu yang sering identik dengan pepatah “Surga Dibawah telapak kaki ibu” tapi bertindak sebagai motor penggerak terjadinya hal tersebut. Itu semua benar2 nyata bukan karangan belaka. Saya rasa jawabannya kembali ke pribadi manusia itu sendiri dan agama. Karena materi dan kenikmatan duniawi ternyata mampu mengalahkan segala nilai moral normal yang berlaku dalam masyarakat. Demikianlah komentar dari saya.

  2. Phei says:

    menarik banget cerita dari teman, sulit memang hal seperti itu sudah selayaknya menjadi tanggung jawab ortu dan diri sendiri.
    Ada satu cerita dari teman yang merupakan anak tunggal dari keluarga yang biasa-biasa aja.
    Dulunya dia termasuk golongan borjuis, tetapi saat dia berankak SMU mendadak ortu dia bangkrut. Akhirnya hidup dia berbalik 360 derajat langsung jadi miskin dan punya hutang. Yang mengherankan di saat kejatuhan itu dia gak lari jadi simpenan orang atau lari ke dunia malam, justru dia malah berusaha bekerja untuk bisa bantu bayar utang orang tuanya. Mulai dari jadi SPG sampai jadi kasir di sebuah resto.

    Teman cewek pertama yang benar-benar memiliki mental yang kuat, teman kita ini salah satu warga keturunan thionghoa, tapi berbeda dengan teman-temannya yang lain, biarpun orang bilang dunia SPG itu hitam tapi dia berhasil membuktikan kalo dia bisa mempertahankan ke’virgin’an nya.
    Sempat dia cerita pernah di pelihara om-om, tapi hal itu baru berlangsung sampai transaksi pertama aja, jadi ga sampai harus melayani si om, soalnya baru dalam tahap pdkt. Tapi beruntung sampai ia menikahi pasangannya masih dalam kondisi virgin.

    Jadi semua tergantung pada didikan ortu dan mental moral dari si anak sendiri juga, ya semoga saja tidak ada lagi yang mengikuti jejak-jejak ayam kampus, selain merugikan juga dapat merusak moral bangsa kita.

Leave a Reply