Solo Batik Carnival (SBC)

Solo Batik Carnival (SBC) atau Karnaval Batik Solo (26/6) hampir selalu menjadi program tetap kota Solo yang mempunyai slogan: “Solo masa depan, Solo masa lalu”.

Acara digelar di sepanjang citywalk atau kawasan pejalan kaki jalan Slamet Riyadi sehingga masyarakat bisa melihat langsung.

SBC mempertontonkan aneka busana yang terbuat dari batik. Umumnya, batik-batik diolah menjadi kostum karnaval yang penuh warna dan bentuk. Tidak kalah dengan karnaval-karnaval yang digelar di luar negeri.

Di hari yang sama, digelar pula kegiatan Srawung Batik, yaitu pameran oleh 100 gerai UKM Batik yang memamerkan batik-batik  lama, lokakarya singkat cara membatik, dan peragaan busana.

SBC yang memasuki tahun kedua yang dikomandani,  Dynand Fariz, Presiden Jember Fashion Carnaval  (JFC) menampilkan tema  “Topeng”, tahun lalu bertema “Wayang”.

Kegiatan SBC 2  konon menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2009 sebesar Rp. 100 juta. Sedangkan info dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Solo, Febria Roekmie,bahwa dari sekitar 70 perajin, pendapatan mereka berkisar Rp 500 ribu-6 juta.

Solo Batik Carnaval dan Solo International Ethnic Music (SIEM) telah masuk sebagai dua dari tujuh agenda tahunan yang disusun stakeholder pariwisata Nasional.

Kegiatan ini merupakan brand atau citra Solo sebagai Spirit of Java.

Ayo jadwalkan untuk berkunjung ke Solo tahun 2010, agar tidak ketinggalan dengan turis luar negeri, jadi turis dalam negeri, juga bergengsi kog.

Leave a Reply