Persepsi Sebuah Kebahagiaan

Siapa nih diantara teman-teman yang hari ini sedang meratapi hidup? Gak perlu malu buat ngakuin kebosanan kita dalam menjalani hidup, setiap orang pasti pernah merasa jenuh dengan hidup kita, bahkan kalo bisa kita berharap untuk bisa berganti hidup dengan orang lain, hehe…

Sebenarnya gampang banget kok cara untuk membuat hidup lebih ceria, yaitu dengan akal dan hati kita. Nah lho gimana tuh? Cara terbaik adalah beri fokus pada akal kita hanya untuk memikirkan hal-hal yang meneyenangkan saja. Selama ini mungkin kita hanya menyuruh otak kita hanya untuk fokus pada hal-hal buruk yang menimpa kita, sekarang coba kita ubah dengan memikirkan kejadian yang paling membuat kita bahagia. Dan fungsi dari hati adalah untuk membuat kita lebih tenang setelah membayangkan keberhasilan apa yang sudah pernah kita buat dulu.

Kebahagiaan itu tidak sama masing-masing orang. Kita ambil contoh antara seorang anak kecil dan seorang gadis ABG. Seorang anak mungkin akan sangat bahagia bila ia diberi sebatang permen atau cokelat. Berbeda dengan seorang gadis yang akan berbunga-bunga hatinya saat ditaksir cowok. Kebutuhan kita akan kebahagiaan tergantung dari persepsi kita sendiri.

Kebahagiaan itu relatif, bukan dari seberapa banyak kekayaan yang kita punya, bukan juga karena kita bisa memenangkan lotre berhadiah jutaan. Buktinya banyak orang kaya yang sebenarnya tidak benar-benar “kaya”. Mungkin secara materi mereka tidak kekurangan tetapi bisa jadi ia menyimpan banyak kekawatiran baik dengan usahanya, kekayaannya, maupun keluarga.

Kebahagiaan itu berasal dari persepsi kita sendiri. Tidak akan ada gunanya jika kita bisa menjadi orang terkaya di dunia tetapi persepsi kita pada hidup buruk. Buktinya banyak juga mereka yang hidup kekurangan tetapi bisa memiliki keluarga yang utuh dan bahagia. Semua tergantung dari bagaimana kita menghormati apa yang telah kita capai selama ini

Coba deh mulai hari ini mulai kita rubah persepsi kita. Jangan hanya memikirkan kegagalan dan jumlah kekayaan yang belum kita miliki, tetapi fokuslah dengan apa yang telah kita raih dan miliki saat ini. Bukankah kita masih diberi kesehatan, keluarga yang utuh, atau masih diberi suara oleh Tuhan untuk protes ;p

Berbahagialah karena apa yang telah kita punyai, maka segala yang kita impikan akan pelan-pelan tercapai. Okay, still believe and happy. ^_^

Leave a Reply