You are browsing the archive for 2009 September.

avatar

by Phei

Mudik Yang Tidak Nyaman

9:49 pm in Informasi by Phei

Teman-teman bagaimana mudik dan liburan kalian lebaran kemarin? Pasti seru dan menyenangkan, selain merayakan Idul Fitri kita juga pasti menjadikannya sebagai moment untuk berlibur dan beristirahat setelah lama bekerja. Ada yang mungkin liburan pulang ke kampung halaman, dan banyak juga yang memilih untuk berlibur ke tempat-tempat wisata.

Tetapi lebaran tahun ini tidak jauh berbeda dengan lebaran-lebaran tahun kemarin. Masih banyak yang memilih menikmati mudik dengan menggunakan kendaraan umum, seperti kereta api maupun bus. Seperti di beritakan hari ini ternyata banyak warga yang memanfaatkan transportasi umum dikarenakan faktor biaya. Yang membuat kita berpikir lagi adalah minimnya jaminan keselamatan pengguna jasa kereta api maupun bus.

Seperti yang kita lihat di kebanyakan stasiun dan terminal banyak penumpang yang telah membeli karcis tidak mendapatkan tempat duduk bahkan banyak juga yang terpaksa harus berdesak-desakan. Terutama hal seperti ini terlihat dari pengguna kereta api kelas ekonomi. Yang mengkhawatirkan banyak penumpang yang bahkan berdesak-desakan berdiri di luar lokomotif sambil bergelantungan di pintu lokomotif, dan banyak juga yang sampai duduk di atas lokomotif.

Entah hal semacam ini apa bisa kita sebut sebagai tradisi atau keterpaksaan karena hal ini terjadi tidak hanya pada tahun ini saja. Hampir setiap tahun banyak penumpang bus maupun kereta yang terpaksa sampai berdiri dan duduk di atap kendaraan karena tidak mendapat tempat duduk. Hal seperti ini sudah seharusnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Perlu adanya penertiban petugas-petugas di lapangan.

Bukankah para penumpang tersebut mengeluarkan uang untuk bisa mendapat tempat duduk yang layak. Yang kami lihat banyak juga anak-anak dan balita yang ikut menjadi korban karena harus berdesak-desakan di kereta maupun bus. Sudah saatnya Indonesia memperbaiki sistem transportasi umum yang ada, dan lebih mementingkan lagi keselamatan dalam perjalanan.

Para petugas lapangan sebaiknya bertindak lebih tertib dan jujur. Jika memang sudah tidak ada tempat duduk lagi di dalam kereta maupun bus, alangkah baiknya jika para penumpang tidak sembarangan diberi tiket masuk, atau para petugas bisa menindak tegas penumpang yang memaksa masuk ke dalam kereta atau bus yang sudah penuh. Tentunya kita semua tidak ingin terjadi kecelakaan selama perjalanan. Teman-teman yang saat ini mungkin ingin memanfaatkan transportasi umum sebaiknya bisa lebih bijaksana lagi demi kepentingan semuan orang. Have a nice holiday. ^_^

Batik dan Maestro Batik Indonesia

9:38 am in Informasi by en-Nasira

Siapa yang tak kenal Iwan Tirta, sang Maestro Batik Indonesia, bukan hanya perancang baju biasa tapi juga perancang batik hingga terangkat pamornya  di dunia mode  International.

Selain mendisain batik, Iwan Tirta juga mengenal seluk beluk batik Indonesia, hal ini dituangkan dalam bukunya, Batik, A Play of Light and Shades (Gaya Favorit Press, 1996). Dia menyebutkan, batik boleh jadi berkembang bersamaan di beberapa tempat di dunia, tapi ada perbedaan tertentu pada batik Indonesia

Batik sebagai teknik merintang warna bukanlah batik  khas Indonesia.  Batik kita ternyata ada bibit, bebet, bobotnya lho, he he he kayak mau cari jodoh ya…

Belajar dikit yuk bibit, bebet dan bobotnya batik dari pengetahuan Iwan Tirta, kalau bukan kita yang belajar, siapa lagi ?  sebelum keburu disamber orang lain, tul nggak….?

Batik di Jawa. Batiknya menjadi sangat halus karena coraknya berkembang luas, metode pewarnaan sangat maju dan ada penyempurnaan teknik. “Canting” yang memungkinkan pembuatan motif, misalnya, sangat halus berkembang di Jawa. Termasuk teknik pewarnaannya. Cikal bakal batik bentuknya lebih sederhana.

n813283825 225777 4702 Batik dan Maestro Batik IndonesiaKain simbut dari Banten adalah salah satu batik paling awal, menggunakan bubur nasi sebagai perintang warna (Iwan Tirta,  A Play of Light and Shades).

Kain ma’a dari Toraja di Sulawesi Tengah juga memakai bubur nasi. Karena Toraja terisolasi di pegunungan, para ahli menduga kemungkinan besar batik itu asli dari sana, tidak dipengaruhi India. Hal ini memunculkan teori boleh jadi Indonesia juga melahirkan batik pertama.

Dalam bukunya A Play of Light and Shades, Iwan Tirta juga menyebutkan, pada akhir abad ke-19 seorang akademisi, Rouffaer, melaporkan motif batik sehalus gringsing sudah diproduksi pada abad ke-12 di Kediri, Jawa Timur. Corak seperti sisik ikan adalah salah satu motif tersulit dan dia menyimpulkan, besar kemungkinan motif itu dibuat memakai canting.

Serta tak dapat dipungkiri, bahwa dalam perkembangannya batik memiliki keterkaitan kuat dengan kesenian  daerah pada waktu itu, yaitu:

  • Seni wayang,
  • Tari
  • Lagu

Ragam hias batik Indonesia memiliki ciri yang terkait dengan komunitas (daerah ) pembuatnya:

  • Sebagian menggambarkan suasana jaman
  • Merekam alam sekitar
  • Diproduksi untuk keperluan komersial
  • Memenuhi kebutuhan adat dan tradisi.

Nah, udah lumayan ngerti dikit khan, bibit, bebet, bobotnya batik kita. Jadi pasti semakin yakin, khan, kalau batik adalah milik Indonesia. So pasti bangga, donk!

avatar

by Phei

Cara Hidup ala Jerry

9:31 am in Renungan by Phei

Satu cerita menarik yang patut kita jadikan bahan pelajaran tentang seorang manager restoran di Amerika yang bernama Jerry. Dia adalah orang yang selalu bersemangat baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan. Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!” Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain.

Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry karena sikapnya. Jerry adalah seorang motivator alami, jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialami. Suatu hari ada seorang yang sangat penasaran dengan Jerry dan ia bertanya padanya, “Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukannya?”

Jerry menjawab, “Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik. Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya.. Aku selalu memilih sisi positifnya.”

“Tetapi tidak selalu semudah itu,” protes orang itu. “Ya, memang begitu,” kata Jerry, “Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan. Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kamu memilih bagaimana orang-orang disekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup. Beberapa tahun kemudian Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran: membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata.

Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit. Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Orang yang dulu menanyai Jerry melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut.

Orang itu kembali bertanya pada Jerry apa yang Jerry pikirkan saat terjadinya perampokan. “Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang,” jawab Jerry. “Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan: aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup.”

“Apakah kamu tidak takut?” tanyanya. Jerry melanjutkan, “Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan suster aku jadi takut. Mata mereka berkata ‘Orang ini akan mati’. Aku tahu aku harus mengambil tindakan.”

“Apa yang kamu lakukan?” tanya orang itu. “Disana ada suster gemuk yang bertanya padaku,” kata Jerry. “Dia bertanya apakah aku punya alergi. ‘Ya’ jawabku.. Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, ‘Peluru!’ Ditengah tertawa mereka aku katakan, ‘Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai orang hidup, bukan orang mati’.”

Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya. Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.

avatar

by Phei

Cara Bersosialisasi

9:00 am in Informasi by Phei

Bagaimana menjadi seorang yang menarik saat kita berbicara dengan orang lain? Atau bagaimana memberi kesan pertama yang baik ketika kita berbicara dengan partner atau rekan yang pertama kita temui?  Beberapa tips agar kita bisa memberi kesan yang baik adalah yang pertama orang lain lihat dan nilai dari kita sudah pasti adalah penampilan kita. Berpakaian sesuai dengan acara dan situasi yang tepat adalah point pertama untuk menunjang percakapan berikutnya.

Bayangkan saja bila kita yang mengalami hal tersebut. Saat kita pertama bertemu partner kerja kita dan ternyata ia berpakaian lusuh dan acak-acakan. Kira-kira apa kesan pertama kita? Pasti kita langsung ‘ilfell’, iya dong kita jadi berpikir, “Masa begini calon rekan kerjaku?” Jadi untuk menghindari orang lain berpikir demikian tentang kita, bisa kita awali dengan penampilan yang menarik, sikat gigi untuk menjaga keharuman nafas, memilih pakaian yang tidak norak, sampai merapikan rambut bisa jadi faktor penting dalam penilaian pertama.

Point yang kedua adalah bagaimana cara bersalaman kita. Usahakan tidak terlalu erat maupun terlalu lemas saat bersalaman. Tunjukkan saja salaman menurut rasa percaya diri kalian. Nyatakan dalam hati jika kalian siap menjadi rekanan yang handal. Begitu juga sikap duduk atau sikap tubuh kita saat calon rekanan berbicara. Tunjukkan respek kita dan jangan sering memainkan benda di sekitar kita, seperti bolpoin maupun handphone.

Berikutnya, mengenai cara kita menanggapi setiap pendapat lawan bicara kita. Sikap terbaik adalah jangan terlalu setuju dengan lawan bicara kita, karena kita akan dianggap penjilat bila terus setuju dengan lawan kita. Perbedaan pendapat akan membuat pembicaraan lebih hangat dan menarik, tetapi ingat juga bahwa dalam perdebatan selalu muncul ego untuk selalu benar. Usahakan jangan sampai ego kita ikut berbicara dalam setiap perdebatan, karena hal itu akan membuat ide-ide yang muncul jadi tidak murni.

Tetapi jangan lupa juga kita selalu meperhatikan saat lawan bicara kita mengemukakan pendapatnya. Jangan selalu meng-cut setiap pembicaraan calon partner kita. Dengarkan dulu sampai lawan selesai berbicara. Selain itu pula kondisi tersebut bisa kita gunakan untuk mengkaji ulang gagasan lawan bicara kita dan menjadikan kita memiliki waktu lebih untuk berpendapat secara logis dan jangan sampai menyinggung lawan bicara kita. Sesekali berikan anggukan setuju kalian, tetapi jangan lupa untuk menanyakan lagi hal yang tidak kita pahami dari pembicaraan lawan kita.

Teman-teman bagaimana menurut kalian, mungkin masih ada point-point lain yang perlu dilakukan untuk memberi kesan pertemuan pertama yang baik? Yang perlu diingat hanya bagaimana kita semaksimal mungkin menghargai orang lain, yang terpenting adalah kita bertutur kata secara sopan dan sesuai tata krama, karena di negara kita masih menganut tata adat dan sopan santun.

avatar

by Phei

Trend Apa Trend Ya?

9:54 pm in Informasi by Phei

Pernah denger game online gak? Sebangsa game Ayodance, R.O, ataupun R.F. Ada juga mungkin diantara temen-temen yang suka maenin game-game online tersebut, memang harus diakui bermain game itu sangat menyenangkan dan membuat ketagihan serta penasaran. Sekali maen mungkin masih biasa saja, setelah diulang beberapa kali ketagihan juga kita.

Herannya juga sekarang yang maen game-game online gak cuma kita-kita yang SMU ataupun di atas 20an, bahkan anak-anak SD juga gandrung bermain game-game tersebut. Yang bikin geleng-geleng nih ya, sampe ada yang bolos sekolah lho. Anak-anak ini bukannya belajar malah pergi ketempat player. Setelah ditanya alasannya lebih asyik nge-game daripada dengerin guru ngajar. Salah satu sumber kami juga bilang kalo banyak teman juga yang bolos buat maen game.

Jadi latah nih ceritanya, karena melihat temen-temennya yang bolos sekolah temen yang lain ikut-ikutan bolos. Fenomena ini sebenernya udah umum kita jumpai di berbagai tempat-tempat yang menyediakan layanan game online. Tidak sedikit juga anak-anak yang walau masih SD sudah pintar merayu dan menipu lawan jenisnya saat bermain game. Ada juga yang bermodus “Hode” alias pura-pura menjadi lawan jenis.

Bayangin aja temen-temen jika itu adik atau saudara kita sendiri, pasti miris rasanya. Keluguan seorang anak SD yang harusnya masih bermain kelereng atau lompat tali, sekarang berganti dengan trend anak ABG. Mulai dari jurus merayu hingga gombalan maut sudah bisa dikuasai. Tidak jarang mereka yang “hode” hanya bermaksud ingin memeras orang lain.

Anak SD sudah belajar menipu, lalu bagaimana kelak jika mereka sudah besar nanti? Bisa jadi akan muncul banyak tindak kriminal di hari esok. Trend seperti ini perlu dibasmi sejak dini, jika terus dibiarkan akan menyebabkan kebobrokan moral di kemudian hari. Bagi para orang tua bisa mulai memberi perhatian dan pengertian pada tiap buah hati kita, soalnya jaman orang tua dulu dan jaman anak sekarangkan beda.

Teknologi sudah semakin canggih. Kita sebagai orang tua mungkin juga tidak ikut mengikuti setiap perkembangan jaman. Kalo anak-anak kita kepingin bermain game ada baiknya kita ikut membimbing dan mencari informasi tentang game yang jauh lebih aman dan mendidik. Buat para aparat harus lebih sering lagi mengadakan razia pelajar. Semoga buah hati kita nantinya tidak mengikuti trend tersebut.