Mbah Surip – Tak Gendong

Siapa tak kenal dengan nama Mbah Surip , yang sejak empat bulan terakhir sangat TeOoPe alias TOP buanget… pasalnya bukan hanya karena lagu Tak Gendong –nya yang laris, tapi juga keberangkatannya kehadapan Sang Illahi yang sangat mendadak pada 4 Agustus 2009 sangat mengagetkan masyarakat, juga teman-teman se-profesinya.

Bahkan untuk acara 17 Agustusan kemarin, Ibu-ibu warga Desa Blulukan bermain sepak bola dengan kostum ala Punakawan dan Mbah Surip , mulai dari kaos garis-garis,. topi merah-kuning-hijau dengan rambut gimbalnya di Desa Blulukan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, 12 Agustus 2009 yang lalu.

Kiprah permusikan yang lagi hangat yaitu dari Mbah Surip dengan lagu ngetopnya Tak Gendong. Sampai-sampai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun memberikan ucapan bela sungkawanya melalui media TV.

Lagu Tak Gendong yang mempunyai arti, untuk selalu menolong sesama,saling bahu membahu, terutama bagi mereka yang tengah berada di negeri orang, jauh dari sanak saudara dan orang-orang yang biasa melindunginya. Demikian tutur mbah Surip tentang awal mula terciptanya lagu ini, yaitu kondisi yang dialami saat dia sedang bekerja di pengeboran minyak sekitar tahun 80an.

Bahkan single lagu Tak Gendong diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi I Carry You On My Back.

Di salah satu tabloid menulis bahwa nama Mbah Surip menjadi topic pembahasan utama, baik di forum terbuka maupun forum komunitas.

Melalui TWITTER, salah satu situs jejaring sosial dunia yang mulai berkembang di Indonesia, menempatkan nama Mbah Surip di peringkat pertama, tepat di hari kematiannya (4 Agustus 2009). Hebatnya topic  Mbah Surip mampu mengalahkan beberapa topik sebelumnya yang sempat menguasai dunia Twitter, seperti ulang tahun Presiden Barack Obama, Kematian Coory Aquino, hingga berita seputar kematian Michael Jackson. Situs Twitter pun menuliskan riwayat singkat Mbah Surip sebagai penyanyi jalanan dengan gaya Bob Marley.

Sosok Mbah Surip memang menjadi fenomena tersendiri di Facebook. Bayangkan saja, Mbah Surip memiliki ratusan situs fans di situ dan setiap situsnya memiliki ribuan penggemar. Di salah satu situs fans terbesar, Mbah Surip tercatat memiliki 303.296 penggemar !

Salah satu sudut pandang yang lain yaitu banyak yang menyamakan almarhum Mbah Surip dengan mendiang Gombloh. Sama-sama kelahiran Jawa Timur, Mbah Surip di Mojokerto dan Gombloh di Jombang.

Kedua seniman yang sama nyentrik ini juga sama-same meninggal kala berada di puncak ketenaran.

Walau tak semendadak Mbah Surip, kematian Gombloh pada 9 Januari 1988 juga menyesakkan dada para penggemarnya.

Kala itu Gombloh  tengah tenar berkat lagu Di Radio yang dibawakan bersama Titi Qadarsih.

Gaya pakaian Mbah Surip juga mulai dilirik. Di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, topi berwarna merah-kuning-hijau mulai menjadi tren di kalangan anak muda tentu saja dengan rambut gimbalnya.

Satu hal lagi yang belakangan identik dengan Mbah Surip adalah di dadanya selalu menggelantung dompet ponsel bertuliskan “I Love You Full”.

Sedangkan sepatu kulit berwarna cerah, menurut Mbah adalah pemberian seorang teman, setelah  lagu Tak Gendong booming.

Nah teman…mari kita ambil hikmahnya, walaupun kita bukan yang tinggal di luar negeri ataupun sedang diperantauan, marilah tetap selalu TAK GENDONG  karena I LOVE  YOU FULL !

Leave a Reply