Kisah Kebaikan Hati

Hari ini akan kami bagikan sebuah kisah tentang kebaikan hati yang dibagikan pada seseorang. Pada suatu hari yang dingin, seorang kaya melihat seorang pengemis yang duduk di pinggir jalan. Pengemis itu sangat kotor, tidak terurus, dan hanya menggunakan mantel yang compang-camping. Setiap orang yang lewat jalan itu tidak mempedulikannya. Karena kasihan wanita itu menghampiri si pengemis.

“Bapak baik-baik saja?,” tanya si wanita. Si pengemis mendongak dan menggerutu, “Tinggalkan saya sendiri!”. Si pengemis berpikir bahwa wanita itu pasti akan mengoloknya. Wanita itu tetap tidak beranjak dari sisi pengemis. “Pak, saya hanya ingin mengajak Bapak makan di restoran itu,” bujuk wanita itu sambil menunjuk sebuah restoran mewah. Sang pengemis tetap menolak. Akhirnya setelah agak dipaksa, pengemis itu mau diajak makan.

“Apakah Bapak masih ingat saya?” tanya wanita itu pada si pengemis. “Saya adalah gelandangan yang Bapak tolong waktu itu,” kata wanita itu, “Ohh… Saya ingat,” sahut pengemis itu. “Waktu itu Bapak memberi saya kartu nama rekan Bapak yang adalah pemilik perusahaan. Saya langsung melamar di kantor beliau dan diterima. Berkat Tuhan juga saya bisa mengembangkan usaha saya sendiri hingga sebesar sekarang,” tambah wanita itu.

Nama wanita itu adalah Elena, CEO sebuah perusahaan financial terbesar di kota itu. “Sebagai rasa terima kasih, saya mau Bapak menerima bantuan saya. Saya akan mencarikan Bapak pakaian dan tempat tinggal yang layak. Pintu rumah saya juga akan selalu terbuka jika Bapak membutuhkan sesuatu sewaktu-waktu,” kata Elena. “Bagaimana cara saya berterima kasih?” tanya pengemis itu. “Jangan berterima kasih kepada saya. Berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah mempertemukan kita,” ujar Elena seraya tersenyum.

Teman-teman cerita yang baru saja kalian baca adalah sebuah kisah tentang bagaimana sebuah kebaikan kecil yang pernah kita sebelumnya, dapat berbuah menjadi sebuah anugerah yang tak terduga datangnya. Kebaikan hati pengemis pada Elena dulu, ternyata membuat ia dipertemukan kembali dengan orang yang ditolongnya dulu, yang akhirnya justru orang yang menolongnya saat kesulitan.

Banyak hal yang bisa kita tarik dari cerita di atas, betapa keindahan hati seseorang tidak akan bisa kita sangka balasannya. Teman-teman mulailah kita melakukan kebaikan-kebaikan sederhana kepada lingkungan sekitar kita. Janganlah kita mengharapkan imbalan, tapi berharaplah bahwa kelak Tuhan akan memberi anugerah yang jauh lebih indah dibanding apa yang kita lakukan saat ini. Yakinilah bahwa kebaikan apapun yang kita perbuat, akan membuat dunia ini seribu kali lebih baik. ^_^

One thought on “Kisah Kebaikan Hati

  1. Kalau kisah seperti diatas, kelihatannya too good to be true yah menurut gue, karena dari seorang gelandangan gak gampang banget kali bisa jadi CEO. Tapi gue ada pengalaman pribadi yang mencerminkan kalo pertolongan atau bantuan yang tulus, bisa membuahkan hasil yang tak terduga. Suatu kali gue lagi naik mobil sama temen gue lewat tol, gak lama di bahu jalan ada mobil yang lagi ganti ban sendirian bapak2. Yang membuat gue terkejut, teman gue tanpa pikir panjang, langsung menepi dan berhenti. Spontan gua tanya, emg loe kenal ? Dia bilang kagak, tapi kasian malam2 begini gelap kan, gak ada senter. Gua bawa senter di console box. Gua takjub dengar spontanitas ketulusan dia untuk membantu seseorang yang completely stranger. Mengingat banyak kejadian mau sok pahlawan malah jadi korban di Jakarta ini, saya langsung nyeletuk, eh kalo tiba2 ntar dia punya niat gak baik bagaimana ? Kita nich naik Volvo lagi. Dia jawab, takut amat, dia sendiri, kita berdua. Masa kita cowok berdua kalah lawan dia orang yang udah agak tua begitu. Gebuk aja pake kunci stir. Iya juga d, gue pikir. Singkat kata, kita bantuin dia, gak sampai 10 menit selesai. Si bapak sampai berterima kasih banget berkali2 ke kita berdua. Nah cerita hari itu selesai. Gak ada seminggu kemudian, saat dia lagi sendirian nyetir, mana cuaca lagi hujan deras malam2, karena pandangan agak buram, dia gak sengaja melindas balok yang agak besar sehingga velg nya penyok parah dan sulit banget dibukanya, karena kedudukan sekrup udah bergeser. Mau ganti ban serep aja setengah mati, mana hujan2, gelap gulita pula, dan jarang mobil yang lewat karena jalur tol luar kota. Sekonyong2, ada mobil mercedes menepi, memundurkan mobilnya dan pengemudinya turun membantu dia. Akhirnya beres gak lama. Keesokan harinya dia langsung menelpon menceritakan kejadian yang menimpanya dan pertolongan orang itu. Dia bilang, untung lho tuh orang tolongin gue, kalo kagak, bisa2 gua nginep sampai besok pagi, karena mobil tol gak ada yang lewat saat hujan deras begitu. Gue cuma bisa bilang, itu balasan dari Tuhan karena loe udah dengan tulus menolong bapak tua waktu itu. Begitulah pengalaman nyata ini gue share, karena sangatlah langka ada orang yang mau membantu kita dengan tulus tanpa pamrih, saat sekarang ini. Memang benar kalau kita menanam bibit yang baik, maka kita akan memetik buah yang baik pula.

Leave a Reply