Dramatisasi Hidup

Menurut kalian perlu gak sih kita lebay dalam hidup kita (terlalu berlebihan ngadepin hidup)? Bersikap berlebihan dalam memandang hidup kita. Aneh aja kalo kita bersikap lebay dalam kehidupan sehari-hari. Karena hasil yang kita dapat juga akan jadi lebay, ya gak?

Kita ambil contoh seorang cewek, sebut saja namanya Tri. Dia bekerja 8 jam sehari sebagai seorang admin di perusahaan ternama. Dia hanya seorang lulusan SMU tapi bisa mendapat penghasilan di atas rata-rata. Di mata bos dan teman-temannya Tri adalah anak yang manis dan ceria. Apa yang diminta bos selalu ia kerjakan, dan hasilnya juga bagus. Di mata teman-temannya ia teman yang baik dan peduli.

Tapi tahukah kalian bagaimana kehidupan Tri yang lainnya? Sepulang kerja ia langsung tidur, gak pake mandi atau cuci kaki. Kita pikir mungkin karena dia kecapekan kerja jadi sudah males buat mandi. Sekarang coba kita lanjutkan lagi kehidupan Tri. Setelah bangun dari tidur di tengah malam, yang dia lakuin adalah mengeluh, mengeluhkan bos dan pekerjaannya yang terasa berat buat dia.

Setiap ia terbangun dari tidur ia selalu mengeluhkan tentang hidupnya yang gak berjalan sesuai rencananya. Selalu mengeluh kecapekan, dan akhirnya hidupnya hanya di lalui dengan keluhan dan keluhan. Padahal rasa lelah dan sakit yang ia dapat itu karena ia ciptakan sendiri lho. Tri gak akan merasa jenuh jika sepulang kerja ia membersihkan diri terlebih dahulu. Ia gak akan kelelahan jika ia tidak pergi-pergi di tengah malam sehingga tidak bisa bangun pagi untuk pergi bekerja. Ia selalu terburu-buru dalam menjalani hidupnya.

Hal-hal negative akhirnya mulai bermunculan ketika ia terlalu lebay memandang hidupnya. Pacarnya ternyata juga bersikap kasar padanya, malah sampai memukulnya. Istilah lainnya ia terlalu mendramatisasi hidupnya. Selalu menyangka bahwa hanya dialah yang punya masalah dan beban berat dalam hidup. Akhirnya ia sendiri yang menarik hal-hal negative dalam hidupnya.

Mungkin banyak juga di sekitar kita orang-orang yang terlalu lebay menghadapi hidup. Mereka selalu berpikir merekalah yang mendapat perlakuan tidak adil. Padahal bisa jadi mereka sendiri yang menciptakan ke tidak adilan itu. Teman-teman, coba kita sama-sama instropeksi diri dulu. Apakah yang kita lakuin dalam hidup sudah tidak berlebihan?

2 thoughts on “Dramatisasi Hidup

  1. Kita harus mengusahakan apa yang terbaik untuk diri kita. Tidak semua orang memiliki keberuntungan yang sama. Ada yang kelihatan begitu bahagia, Segalanya berjalan lancar untuk dirinya. Ada pula yang tampak selalu sial, Segala hal yang berhubungan dengan dirinya, berakhir tidak menyenangkan. Akan tetapi, kita janganlah tertipu dengan apa yang kasat mata. Jangan seperti indah kabar dari rupa. Karena bahagia atau tidak, hanya diri kita sendiri yang tau. Kitalah yang menentukan, mau bahagia atau tidak, bukan orang lain. Semua itu ada dalam pikiran kita. Kalau kita selalu melihat sesuatu hal dengan positif, maka kita akan selalu bahagia. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu mensyukuri apa yang telah kita miliki hari ini. Give thanks always.

  2. artikel ini sebenarnya juga untuk mengingatkan lagi kepada teman-teman yang lainnya, salah satunya ada teman yang memang punya sifat selalu mengeluh dan iri pada apa yang tidak ia miliki.
    Ya semoga aja bisa jadi pelajaran berharga.
    Thanks teman untuk sharing nya:)

Leave a Reply