Benarkah Terorisme Mati?

Tepat tanggal 17 September kemarin tersiar di sejumlah media mengenai kematian Noordin M Top, buronan yang selama 9 tahun terakhir ini dicari oleh aparat dan mengkawatirkan masyarakat. Sejumlah serangan bom di Indonesia sudah sangat merugikan Indonesia. Baik pemerintah maupun warga negara. Noordin yang mengepalai sejumlah pengeboman di Indonesia akhirnya tertembak mati saat penyergapan di Jawa Tengah.

Semalam disebarkan pula foto jenasah Noordin di sejumlah media, kini polisi masih menjalani sejumlah tes DNA untuk memastikan bahwa mayat yang mirip Noordin tersebut benar-benar jenasah teroris nomor wahid tersebut. Banyak juga pihak yang meragukan, tetapi hasil tes sidik jari menyatakan bahwa memang jenasah itu milik Noordin. Hanya saja untuk memastikannya lagi polisi tetap akan melakukan tes DNA.

Tetapi jika memang benar itu adalah jenasah Noordin M Top, apakah hal itu akan membuat Indonesia bersih dari terorisme? Keberhasilan aparat yang bertindak secara cepat untuk menangani terorisme terakhir ini memang patut kita puji, tetapi apakah ini berarti kematian Noordin akan menghentikan terorisme? Ada baiknya kita tetap waspada, karena tidak mungkin selama 9 tahun menjadi buron Noordin hanya bekerja sendirian. Ia pasti sudah mempersiapkan diri jika kelak dia tertangkap atau mati.

Tidak ada salahnya jika kita tetap menaruh rasa khawatir, secara terorisme belum benar-benar dibasmi sampai ke pihak paling bawah. Mereka mungkin masih berkeliaran di sekitar kita untuk mulai memutuskan pemimpin yang baru setelah kematian Noordin. Kita bisa melakukan beberapa pencegahan dengan beberapa cara, misalnya dengan mendata setiap warga di sekitar rumah kita. Kita bisa menanyakan latar belakang seseorang yang mungkin baru pindah ke daerah kita, serta cross check langsung ke keluarga yang bersangkutan.

Bisa juga dengan mengetahui latar belakang pekerjaan orang tersebut, tapi sebaiknya itu juga kita lakukan dengan sistem kekerabatan. Tidak ada salahnya kita lebih berhati-hati, karena jika hanya aparat yang bertindak tidak akan menyelesaikan sejumlah masalah terorisme. Kita sebagai warga juga wajib turut membantu membasmi terorisme. Hal yang dikawatirkan juga adalah sejumlah masyarakat yang mendukung tindak terorisme yang akhirnya selama ini secara tidak langsung ikut membantu pelarian para teroris.

Teman, terorisme mungkin tidak akan bisa secepat itu dituntaskan. Tetapi kita bisa memulainya dari diri kita sendiri untuk menanamkan dalam diri kita rasa patriotisme yang positif. Menjauhi segala ajaran yang menyesatkan. Bom bunuh diri yang menewaskan sejumlah orang tentu saja tidak dikategorikan sebagai ajaran yang baik. Bagaimana menurut teman-teman?

Leave a Reply