Batikku

Bara arang memanas, malam pun mencair
Siap diciduk canting, untuk digores
Dari temurun, Bunda mengajar anak,
Goreskan canting pada kain
Bunda,
Biarkan “Putra Bangsa” membatik,
Sebelum bangsa lain yang membatik,
Agar dunia tahu,
Dari awal canting digoreskan,
“Putra Bangsa” telah menggores cintanya pada negeri
Dan tak ada seorang pun dapat melukiskan rasa cinta
Pada negerinya melalui canting dan kain, selain…
“Putra Bangsa Indonesia” !

Saat ini mencintai batik tidak harus dengan menggores canting pada kain, tapi dengan membuat batik semakin diminati, dicintai dan dihargai negeri ini menunjukkan keberadaan batik sudahlah sebuah pengakuan atau pun bukti nyata cinta batik.

Kiprah “Batik” mulai greget dalam dunia mode Indonesia terutama di kota-kota besar, mulai dari anak muda sampai orang tua telah berbatik ria, bukan hanya sebagai daster alias baju tidur ataupun baju rumahan tapi juga untuk berbagai event lho… bahkan agar kelihatan lebih gaul, ada yang memadukannya dengan jeans.

Simak di bawah ini karya putra putri bangsa yang mengekspose batik  agar lebih modis, trendy dan high class.

  • Produsen dengan merk “ALLURE BATIK” menggelar grand opening di Plaza Indonesia dengan tema “ALLURE in the wonderland”. Termasuk di dalamnya ada baju anak-anak. Uniknya baju-baju ALLURE Kids yang memang untuk anak-anak ini dirancang oleh seorang desainer muda berumur 10 tahun, Amanda Purnomo Makri.Amanda, gadis belia kelas 5 SD di British International School ini, dikenal sebagai desainer muda berbakat. Banyak baju-baju bernuansa sportif, ceria, namun simple yang dihasilkannya. Kerennya lagi nih, gadis yang hobi  bermain biola ini, pernah menerima penghargaaan MURI pada tahun 2008 sebagai “Perancang Termuda” di Indonesia. Kini , Amanda pun mencoba untuk merealisasikan desain-desainnya pada kain batik. Hasilnya? Pas buanget dengan anak-anak, sangat playfull dan fun.  Siapa bilang batik hanya baju kondangan yang tua-tua…hayo…?
  • Dalam pagelaran Indonesian Muslim  Expo 2009.ditampilkan suatu paduan unsur modern dan tradisonal dipadukan oleh Monika Jufry untuk baju muslim, menghasilkan gaya etnik kontemporer serta dinamis, karena dibuat bagi pemakai yang nyaman bergerak bebas. Diterapkan pada batik katun biru tua dan katun putih. Bagi mereka yang lebih suka bergerak bebas serta tak banyak variasi warna warni, ini adalah pilihan yang sederhana tapi powerfull.
  • Satu lagi karya dari putri bangsa, Agnes Budhisurya, seorang ibu  yang mengilhami koleksi terbarunya dengan menuangkan alam pertiwi ke dalam desain dan corak batik yang menarik perhatian terutama dengan assesorisnya, dituangkan dalam tema “PANEN Kreasi” :
    • Kicau burung
      Musim menuai dihadirkan dengan  gaun aplikasi bunga dan ukir dari bahan batik Pekalongan yang disapu cat lukis.
    • Gadis Penuai
      Blazer tipis dari bahan tulle dibuat melebar  pada lengan bawah, menggambarkan sayap burung, terbang manis bergabung dengan gadis penuai yang mengenakan jubah dengan aplikasi batik Madura.
    • Dewi Sri
      Tampil megah dengan ornamen batik corak Garuda, bermahkota penyangga konde yang dibuat bertumpuk berhias manik dan batu-batuan.

Sobat, desain batik sudah tersedia dalam berbagai motiv untuk beragam suasana dan event, yuk, kita pakai batik, agar dunia tahu, bahwa batik milik Indonesia !

Leave a Reply