Apakah Akan Kalian Dapatkan?

Pernahkah kalian merasa sangat ingin menapaki jenjang karier yang bergengsi? Atau berkeinginan untuk bisa menaikan jabatan kalian menjadi seorang Manager? Jadi apa saja yang sudah kalian lakukan untuk bisa mendapatkan posisi tersebut? Dan cara apa yang sudah kalian usahakan untuk mendapatkannya?

Sekarang coba kita bahas sebuah kasus. Suatu ketika kalian ditugaskan untuk membawakan suatu presentasi besar yang akan mengubah karier kalian. Kalian sudah mati-matian untuk mengerjakannya. Tetapi pada malamnya tiba-tiba bos kalian yang menyebalkan membatalkan untuk memberikan presentasi itu pada kalian. Tepat hampir mendekati hari yang ditentukan, bos kalian berubah pikiran. Pekerjaan itu akhirnya di berikan lagi kepada kalian.

Tepat sebelum presentasi dimulai, tiba-tiba kalian mendengarkan beberapa orang kantor membicarakanmu. Ternyata berkat bujukan seorang klien yang diam-diam suka pada kalian, akhirnya atasan kita memberikan lagi tugas presentasi itu pada kita. Banyak orang yang akhirnya meragukan kita. Padahal kita berharap atasan kita memberikan pekerjaan itu karena percaya pada kemampuan kita.

Jika hal tersebut terjadi pada kalian, kira-kira apa yang akan kalian lakukan setelah mendengarkan gossip tidak enak tersebut? Apakah,

  1. Kalian akan lari dari presentasi karena malu dan menulis surat pengunduran diri dan berpikir bahwa sejak awal pekerjaan ini takkan menghasilkan apa-apa.
  2. Pergi ke toilet sambil marah dan menangis karena orang tidak menghargai hasil pikir kalian.
  3. Seusai rapat kalian akan pergi mengajak klien yang suka pada kalian untuk makan siang bersama, siapa tahu ada hal yang menarik yang akan terjadi pada kalian.

Sekarang coba pikirkan jawaban mana yang akan kalian pilih? Jika jawaban a. yang kalian pilih maka posisi puncak tersebut tidak akan bisa kalian dapatkan, karena kalian tidak mungkin berhenti hanya karena alas an seperti itu. Bagi yang memilih b. satu-satunya hal yang membuat kalian sukses adalah dengan membeli sebuah saham pabrik tissue. Dan selamat kepada yang memilih jawaban c. karena kalian bisa memanfaat setiap peluang untuk kalian bisa mencapai posisi puncak tersebut, bertahanlah.

Kuis diatas diambil berdasarkan salah satu cerita dalam novel chicklit. Sengaja ingin kami bagikan karena mungkin saja ada dari kalian yang merasa sudah bekerja lama pada sebuah perusahaan dan belum juga bisa mencapai posisi puncak. Mungkin cara bekerja kita dan pola pikir kita salah selama ini. Bukan berarti juga ini semua kesalahan kalian, bisa jadi kalian sudah benar-benar berusaha dan telah membuat proposal kelayakan untuk naik jabatan, tetapi bos tidak juga memandang kita. Bila itu yang terjadi maka bersia-siaplah mencari perusahaan lain yang lebih bisa menghargai kemampuan kita.

One thought on “Apakah Akan Kalian Dapatkan?

  1. Kalau gue pribadi membaca artikel seperti diatas, maka gue akan merasa kasihan dengan mereka, para pekerja yang mati2an berusaha sikut2an untuk mencapai posisi tinggi dalam perusahaan top, tapi dikomandani oleh bos yang tidak baik. Serasa gue menonton acara The Apprentice. Saat pertama gue nonton acara itu, betapa gua dihadapkan kalau persaingan kerja ala bule itu sungguh kejam dan manusia itu ditekan sampai kehilangan hati nurani dan tidak menghargai nilai persahabatan sama sekali. Tidak ada kata sahabat, semuanya musuh, jadi intinya kita harus membunuh atau dibunuh. Awalnya mereka dibagi untuk bekerja satu kelompok, lalu sedikit demi sedikit harus dieliminasi. Dan gilanya, eliminasi itu dilakukan dengan penuh intrik dan jebakan dari sesama rekan kerja yang notabene bekerja sama satu kelompok dengan kita. Mereka tanpa sungkan menjelekkan kita di depan para juri untuk membuat kita tampak jelek dan bodoh. Semua itu di lakukan dengan darah dingin tanpa basa basi. Jadi, mereka yang berkepribadian lemah, pendiam dan lamban, walaupun pintar, sudah pasti tidak akan bisa menghadapi gempuran mereka yang pintar bicara, tangkas, dan licik, walaupun belum tentu pintar dalam arti sesungguhnya. Semua itu dilakukan demi memperoleh posisi dalam perusahaan milik miliarder dunia Donald Trump. Para pemenang dengan senyum kebanggaan memperoleh predikat itu walaupun mereka dinilai para penonton di rumah sebagai pribadi yang tidak berhati baik, munafik, dan mengambil manfaat diatas kekurangan orang lain. Demi menang dan mendapat posisi tinggi di perusahaan top, segala hal pantas dilakukan, walaupun negatif, seperti dalam peperangan. Mereka tanpa sadar telah dimanfaatkan oleh para pemilik perusahaan yang sudah jelas profit oriented, untuk menjadi sapi perahnya. Mereka melupakan, kalau mereka bisa direkrut dengan cara diadu domba oleh para pemilik perusahaan seperti itu, mereka bisa juga diadu domba lagi nantinya, dan belum tentu mereka akan keluar sebagai pemenang lagi saat nanti. Mereka melupakan pentingnya persahabatan dan kerja sama dalam bekerja. Kita semua adalah mahluk sosial yang tidak akan mampu untuk hidup sendiri secara individu, apalagi dalam bekerja. Mungkin kita memang berkemampuan dan sedang di atas angin saat memenangkan kompetisi itu, namun keberuntungan tidak selamanya memihak pada kita. Ada kalanya saat kita lengah, maka kita akan dijatuhkan oleh orang lain, karena semua di sekeliling kita itu bukanlah teman sejati, namun musuh yang siap untuk mengambil alih posisi kita itu, seperti yang kita lakukan sebelumnya kepada musuh terdahulu. Sedangkan jika kita memiliki hubungan yang baik antara sesama rekan kerja, baik itu setara maupun atasan dan bawahan, maka akan tercipta situasi saling menjaga, melindungi, mendukung dan melengkapi dalam pekerjaan. Jika tercipta situasi seperti itu, maka sebagai profesional, kita hanya perlu bekerja dengan sebaik2nya. Kalau semua pribadi bekerja dengan baik, maka niscaya juga akan menghasilkan hasil yang baik pula, bahkan mungkin sempurna. Pepatah Don’t judge the book by its cover, memang perlu di jadikan pedoman saat memilih perusahaan tempat kita bekerja. Karena saat kita terlalu menilai tinggi sesuatu, maka kita akan tanpa sadar rela diperalat…, dan saat diperalat, kita itu tak ubahnya sebuah robot, hanyalah alat belaka, bukannya manusia. Semoga berguna

Leave a Reply