Apakah Akan Kalian Dapatkan?

You may also like...

1 Response

  1. Don says:

    Kalau gue pribadi membaca artikel seperti diatas, maka gue akan merasa kasihan dengan mereka, para pekerja yang mati2an berusaha sikut2an untuk mencapai posisi tinggi dalam perusahaan top, tapi dikomandani oleh bos yang tidak baik. Serasa gue menonton acara The Apprentice. Saat pertama gue nonton acara itu, betapa gua dihadapkan kalau persaingan kerja ala bule itu sungguh kejam dan manusia itu ditekan sampai kehilangan hati nurani dan tidak menghargai nilai persahabatan sama sekali. Tidak ada kata sahabat, semuanya musuh, jadi intinya kita harus membunuh atau dibunuh. Awalnya mereka dibagi untuk bekerja satu kelompok, lalu sedikit demi sedikit harus dieliminasi. Dan gilanya, eliminasi itu dilakukan dengan penuh intrik dan jebakan dari sesama rekan kerja yang notabene bekerja sama satu kelompok dengan kita. Mereka tanpa sungkan menjelekkan kita di depan para juri untuk membuat kita tampak jelek dan bodoh. Semua itu di lakukan dengan darah dingin tanpa basa basi. Jadi, mereka yang berkepribadian lemah, pendiam dan lamban, walaupun pintar, sudah pasti tidak akan bisa menghadapi gempuran mereka yang pintar bicara, tangkas, dan licik, walaupun belum tentu pintar dalam arti sesungguhnya. Semua itu dilakukan demi memperoleh posisi dalam perusahaan milik miliarder dunia Donald Trump. Para pemenang dengan senyum kebanggaan memperoleh predikat itu walaupun mereka dinilai para penonton di rumah sebagai pribadi yang tidak berhati baik, munafik, dan mengambil manfaat diatas kekurangan orang lain. Demi menang dan mendapat posisi tinggi di perusahaan top, segala hal pantas dilakukan, walaupun negatif, seperti dalam peperangan. Mereka tanpa sadar telah dimanfaatkan oleh para pemilik perusahaan yang sudah jelas profit oriented, untuk menjadi sapi perahnya. Mereka melupakan, kalau mereka bisa direkrut dengan cara diadu domba oleh para pemilik perusahaan seperti itu, mereka bisa juga diadu domba lagi nantinya, dan belum tentu mereka akan keluar sebagai pemenang lagi saat nanti. Mereka melupakan pentingnya persahabatan dan kerja sama dalam bekerja. Kita semua adalah mahluk sosial yang tidak akan mampu untuk hidup sendiri secara individu, apalagi dalam bekerja. Mungkin kita memang berkemampuan dan sedang di atas angin saat memenangkan kompetisi itu, namun keberuntungan tidak selamanya memihak pada kita. Ada kalanya saat kita lengah, maka kita akan dijatuhkan oleh orang lain, karena semua di sekeliling kita itu bukanlah teman sejati, namun musuh yang siap untuk mengambil alih posisi kita itu, seperti yang kita lakukan sebelumnya kepada musuh terdahulu. Sedangkan jika kita memiliki hubungan yang baik antara sesama rekan kerja, baik itu setara maupun atasan dan bawahan, maka akan tercipta situasi saling menjaga, melindungi, mendukung dan melengkapi dalam pekerjaan. Jika tercipta situasi seperti itu, maka sebagai profesional, kita hanya perlu bekerja dengan sebaik2nya. Kalau semua pribadi bekerja dengan baik, maka niscaya juga akan menghasilkan hasil yang baik pula, bahkan mungkin sempurna. Pepatah Don’t judge the book by its cover, memang perlu di jadikan pedoman saat memilih perusahaan tempat kita bekerja. Karena saat kita terlalu menilai tinggi sesuatu, maka kita akan tanpa sadar rela diperalat…, dan saat diperalat, kita itu tak ubahnya sebuah robot, hanyalah alat belaka, bukannya manusia. Semoga berguna

Leave a Reply