Kisah Kebaikan Hati

8:14 pm in Renungan by Phei

Hari ini akan kami bagikan sebuah kisah tentang kebaikan hati yang dibagikan pada seseorang. Pada suatu hari yang dingin, seorang kaya melihat seorang pengemis yang duduk di pinggir jalan. Pengemis itu sangat kotor, tidak terurus, dan hanya menggunakan mantel yang compang-camping. Setiap orang yang lewat jalan itu tidak mempedulikannya. Karena kasihan wanita itu menghampiri si pengemis.

“Bapak baik-baik saja?,” tanya si wanita. Si pengemis mendongak dan menggerutu, “Tinggalkan saya sendiri!”. Si pengemis berpikir bahwa wanita itu pasti akan mengoloknya. Wanita itu tetap tidak beranjak dari sisi pengemis. “Pak, saya hanya ingin mengajak Bapak makan di restoran itu,” bujuk wanita itu sambil menunjuk sebuah restoran mewah. Sang pengemis tetap menolak. Akhirnya setelah agak dipaksa, pengemis itu mau diajak makan.

“Apakah Bapak masih ingat saya?” tanya wanita itu pada si pengemis. “Saya adalah gelandangan yang Bapak tolong waktu itu,” kata wanita itu, “Ohh… Saya ingat,” sahut pengemis itu. “Waktu itu Bapak memberi saya kartu nama rekan Bapak yang adalah pemilik perusahaan. Saya langsung melamar di kantor beliau dan diterima. Berkat Tuhan juga saya bisa mengembangkan usaha saya sendiri hingga sebesar sekarang,” tambah wanita itu.

Nama wanita itu adalah Elena, CEO sebuah perusahaan financial terbesar di kota itu. “Sebagai rasa terima kasih, saya mau Bapak menerima bantuan saya. Saya akan mencarikan Bapak pakaian dan tempat tinggal yang layak. Pintu rumah saya juga akan selalu terbuka jika Bapak membutuhkan sesuatu sewaktu-waktu,” kata Elena. “Bagaimana cara saya berterima kasih?” tanya pengemis itu. “Jangan berterima kasih kepada saya. Berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah mempertemukan kita,” ujar Elena seraya tersenyum.

Teman-teman cerita yang baru saja kalian baca adalah sebuah kisah tentang bagaimana sebuah kebaikan kecil yang pernah kita sebelumnya, dapat berbuah menjadi sebuah anugerah yang tak terduga datangnya. Kebaikan hati pengemis pada Elena dulu, ternyata membuat ia dipertemukan kembali dengan orang yang ditolongnya dulu, yang akhirnya justru orang yang menolongnya saat kesulitan.

Banyak hal yang bisa kita tarik dari cerita di atas, betapa keindahan hati seseorang tidak akan bisa kita sangka balasannya. Teman-teman mulailah kita melakukan kebaikan-kebaikan sederhana kepada lingkungan sekitar kita. Janganlah kita mengharapkan imbalan, tapi berharaplah bahwa kelak Tuhan akan memberi anugerah yang jauh lebih indah dibanding apa yang kita lakukan saat ini. Yakinilah bahwa kebaikan apapun yang kita perbuat, akan membuat dunia ini seribu kali lebih baik. ^_^

Related posts:

  1. Hati-hati Membedaki Bayi
  2. Hati-hati Merawat Pasien HIV/AIDS dengan Hepatitis C
  3. HATI-HATI PENIPUAN BERKEDOK ONLINE SHOP!!!
  4. Menciptakan Kisah Baru