Taman ‘VERTIKAL’ adalah masa depan penghijauan di kota-kota besar?

Kota –kota besar di negara kita sedang giat-giatnya dibangun  gedung-gedung untuk perkantoran ataupun untuk umum (ruko, apartemen dan sejenisnya). Sehingga lahan untuk bertaman mungil saja sudah susah. Polusi makin tak terbendungkan. Banjir jangan ditanya lagi… langganan boo tiap tahun.

Selain itu yang paling jengkelin (bukan jeng Kelin lho)…yaitu pemandangan gedung-gedung, yang kalau kepala lagi puyeng, seperti melihat tumpukan kardus raksasa, menekan  kepala, bagi beberapa orang malah menjadi pemicu stress dan hasilnya adalah sakit kepala, mulai dari jenis migran, vertigo dan sejenisnya.

Akibat kurangnya penghijauan kota membuat para pekerja di gedung-gedung perkantoran mengalami juga gangguan saluran pernafasan, sakit kepala dll. Peluang ini dijadikan lahan bisnis bagi beberapa orang yaitu dengan menyewakan tanaman ke kantor yang berada di gedung perkantoran.  Dan bisnis ini lumayan membuat kantong tebal, karena ongkos sewanya yang lumayan mahal. Karena para ahli taman ini harus menguasai tanaman jenis apa yang cocok di tempat ber-AC.

Lalu bagaimana dengan mereka yang ada di luar gedung?

Makin terasa panas udara yang kita hirup dan kering ke hidung kita. Serta juga pemandangan yang kurang teduh, walaupun taman kota telah dilakukan.

Para pencinta lingkungan hidup kita, juga termasuk para pencinta taman, mempunyai alternative untuk mengadakan ‘Taman Vertikal’, yaitu taman yang letaknya bukan mendatar di tanah datar seperti umumnya, tetapi tanaman yang ditanam diatas lahan yang menjulang ke atas, dengan kata lain, lahan taman itu menempel di tembok. Misalnya, lahan tersebut menempel pada bagian kosong dinding sebuah gedung, bisa di bagian samping kanan kiri ataupun depan, selama lahan tersebut dalam keadaan kosong atau tidak berdempetan dengan gedung lain. Jadi tanaman jika berkembang akan menjuntai ke bawah. Penyiraman lebih hemat air karena disiram mulai dari bagian paling atas. Media tanah juga perlu yang ringan, kalau tidak mereka akan jatuh dan rontok.

Nah…bagaimana  green lovers or city lovers, bukankah asyik dan ok banget jika kota kita jadi tambah hijau, indah, segar dan sehat bagi penduduk kotanya.

Taman Vertikal ini baru dilakukan di beberapa negara di Eropa, sedangkan untuk di negeri kita belum dimulai secara khusus. Karena ternyata jenis tanaman dan komposisi tanah yang cocok untuk taman vertical, harus disesuaikan dengan  negara itu sendiri, juga cara penyiraman dan pemupukannya …. Kayaknya lumayan juga ya yang harus disesuaikan…..kita serahkan saja pada ahli taman kita ya….agar cepat-cepat ada Taman Vertikal di negara kita, jadi lingkungan hidup kita jadi tambah hijau, segar, indah, nyaman dan sehat.dueh..terutama bagi yang kerja di gedung-gedung perkantoran.

Jadi tanaman jika berkembang akan menjuntai ke bawah. Penyiraman lebih hemat air karena disiram mulai dari bagian paling atas.

One thought on “Taman ‘VERTIKAL’ adalah masa depan penghijauan di kota-kota besar?

  1. Sekarang pembangunan taman vertikal sudah mulai banyak dilakukan di Indonesia, khususnya Jakarta. Salah satunya adalah di dinding kolam renang Hotel Mandarin, Jakarta.

    Untuk media tanam sendiri, khusus untuk taman vertikal, tidak menggunakan tanah, tetapi media tanam seperti sabut kelapa + sekam atau light weight media dari bahan pumice, lava stone, dll.

Leave a Reply