Pembajakan Budaya

Ketika kemarin saya membuka facebook, saya tercengang membaca status salah satu teman saya, di sana ditulis bahwa Tari Pendet yang berasal dari Bali kembali diakui Negara Malaysia sebagai salah satu budaya yang berasal dari Negara mereka, dan berita ini di siarkan di Metro TV. Saya langsung mengecek di internet pagi ini ternyata memang benar, di salah satu iklan wisata Visit Malaysia ditampilkan juga tari pendet, padahal sebelumnya mereka telah mengklaim angklung, reog Ponorogo, batik, Hombo Batu, dan Tari Folaya.

Hal seperti ini bisa kembali terjadi karena kurangnya perhatian dari Negara sendiri kita yang “empu”nya kesenian tersebut. Selama ini kita terkesan cuek-cuek saja dengan kesenian yang kita miliki. Kita sebagai generasi muda kurang peka untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa kita sendiri. Kejadian seperti ini membuat Indonesia kehilangan lagi kesenian yang bisa di banggakan.

Pembajakan kebudayaan seperti ini sering terjadi karena negara2 tetangga kita seperti Malaysia juga membutuhkan ekstensi kebudayaan, kebudayaan adalah senjata paling baik untuk diplomasi internasional. Malaysia tahu mereka kekurangan budaya, mereka pintar melihat kebudayaan negara tetangganya, dan mereka menghargai budaya sebagai potensi bisnis, sedangkan pemerintah kita tidak peduli. Hanya peduli pada program lainnya.

Sekarang yang harus kita pikirkan adalah bagaimana cara kita mulai melestarikan kebudayaan kita sendiri? Selain perhatian khusus yang harus dilakukan pemerintah, kita sebagai salah satu warga Negara Indonesia juga harus mulai memajukan budaya kita yang masih milik kita. Misalnya dengan menampilkan kesenian daerah dalam acara2 ataupun saat upacara kebangsaan. Kita sebagai generasi muda juga jangan hanya bisa hafal dengan lagu2 masa kini saja. Hal seperti ini juga terjadi karena kurangnya patriotisme pada begara kita sendiri, sehingga menyebabkan generasi kita sekarang hanya bisa menghargai dan mengikuti trend mode global.

Akan sangat kita sayangkan bila pada akhirnya Negara kita kehilangan kebudayaannya satu persatu akibat kurangnya rasa cinta pada Tanah Air kita. Sudah cukup banyak Negara kita kehilangan kebudayaan karena kurangnya perhatian yang khusus. Sangat disesalkan bila budaya yang sudah kita lestarikan selama ini diklaim oleh Negara lain, kita pasti sangat merasa malu dan tercoreng. Sekarang bagaimana kita mulai kembali untuk melestarikan dan mulai bergerak kembali mencanangkan kesadaran budaya bangsa.

Terlepas dari siapa yang harus disalahkan atas terjadinya kasus ini, akan lebih baik bila kita mulai melakukan tindakan2 positif untuk ikut mengkampanyekan kesenian kita sendiri. Teman2 juga bisa melakukannya dengan mulai sedikit2 mengurangi untuk mengikuti trend dunia luar. Bukankah dengan kita memakai produk dalam negeri kita sendiri juga bisa ikut membantu perekonomian Negara kita. Saya jadi ingin tahu juga apa saja yang dapat teman2 sumbangkan pada Negara kita ini, saya harap teman2 bisa berbagi trend mode yang lagi in di negeri kita sendiri, teman2 bisa ikut berbagi diblog ini ^_^

Leave a Reply