Lomba Stop Merokok

Tingginya denda bagi perokok kawasan Jakarta, terutama daerah perkantoran, mall, pesawat terbang, ternyata membawa dampak bagus dalam menyetop para perokok untuk merokok di sembarang tempat. Para perokok memang tidak merokok di dalam gedung perkantoran atau pun mall. Tapi para perokok ini berpindah tempat merokoknya, di koridor, di kamar mandi atau juga di ruang khusus merokok.

Inti dari keadaan ini,bahwa walaupun area merokok telah dipersempit sedemikian rupa, ternyata masih belum dapat membuat para perokok itu berhenti merokok. Bukankah  berhenti merokok itu sehat?

Believe it or not …

“Negara Indonesia tercatat sebagai konsumen rokok no. 1 se Asia Tenggara dan no. 5 di dunia.”

Dalam kenyataan masyarakat menengah kebawah di negara kita, abang-abang becak, pemulung yang hidupnya bisa dibilang pas-pasan bahkan cenderung kurang, merokok masih menjadi kebutuhan wajib mereka. Boleh jadi mereka makan sehari cuma sekali, tapi ngebul (merokok) harus tetap jalan terus, urusan dapur yang harus ngebul malah prioritas ke sekian deh…

Juga pada anak-anak jalanan yang mengamen atau mengemis. Walaupun umur mereka masih di bawah 15 tahun banyak yang sudah merokok. Ada pepatah mengatakan: Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Bagaimanakah generasi muda kita nanti, jika kita tidak memberi contoh yang baik kepada mereka?

Dari segi kesehatan, perokok pasif adalah obyek yang paling menanggung asap (bahkan asap sengsara dunia dan akhirat, sengsara dunia dapat penyakit, sengsara akhirat penyakit parah jadi ‘Innalilahi’ deh ) dari perokok aktif. Contohnya: Saat ini banyak kita temui anak-anak batita atai balita yang sudah terkena penyakit flek paru-paru . Batuk yang diderita  tak berkesudahan. Bila paru-paru penderita di rontgen maka hasil dari rontgen tersebut ada flek alias tidak bersih, hal ini disebabkan karena polusi asap terutama asap rokok (nicotin). Asap nicotin ini di dapat dari udara yang ada di lingkungan sekitarnya. Jika udara yang kita hirup sudah tercemar pasti yang kita dapatkan adalah penyakit pernafasan.

Masyarakat sangat mengharapkan kepedulian dari perokok aktif terhadap perokok pasif di sekitarnya. Tapi bicara memang lebih mudah daripada berbuat. Perokok yang sudah sangat tergantung dan kecanduan tidaklah mudah dalam menghentikan merokok. Bagi sebagian orang merokok sudah dibawa ke dalam alam bawah sadar mereka. Rokok  merupakan obat penenang dalam membantu menghadapi tekanan yang sedang dialami, misalnya: pekerjaan, ujian, masalah ekonomi dll. Tak pelak ada cara menghentikan rokok dengan cara hipnotis.

Ujud  keprihatinan dari RS Persahabatan Jakarta & PT Pfilzer Indonesia, dengan mengadakan  “Quitters Are Champion Program untuk membantu Stop Merokok” (25/6). Program digelar pada Agustus – Novemper 2009 ini ditujukan kepada semua perokok aktif ( umur 18 tahun ke atas) yang berdomisili di Jabodetabek. Yang unik dari lomba ini adalah para pesertanya akan tetap dibawah pengawasan  tim medis Klinik Berhenti Merokok RS Persahabatan sehingga nantinya mereka  akan benar-benar berhenti merokok.

Tanpa ada ketergantungan lagi. Jadikan ini suatu kesempatan emas (tentu saja hanya bagi para perokok aktif ya…) Kalau menang, dapat hadiah, kesehatan juga. Kalau tidak menang pun, ini usaha baik untuk kesehatan kita sendiri kog. Pengen lebih jelas dapatkan infonya, ketik www.stopmerokok.com.

Saudara-saudara perokok aktif, negara kita baru saja merayakan 64 tahun kemerdekaannya dari para penjajah. Sudah saatnya kita perjuangkan kemerdekaan negeri kita dari polusi. Demi generasi muda kita, demi generasi penerus kita yang sehat jasmani dan rohani. Mari…mulai dari langkah kecil, yaitu:

Berhenti merokok!

Leave a Reply