KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) sudah normal, sekarang musimnya KDP (Kekerasan Dalam Pacaran)

Di  media massa beberapa tahun terakhir ini terungkap banyak kasus KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga), dengan berbagai variasi kekerasannya. Mulai dari tingkat ringan hingga berat, baik secara fisik atau phsikis. Pemicunya pun berbeda-beda mulai masalah ekonomi, anak, keluarga pasangan sampai dengan pria / wanita idaman lain (PIL / WIL). Terkadang hal ini dimaklumi oleh masyarakat karena ‘stres’ atau karena kelainan jiwa dan ujung-ujungnya hanya hukuman untuk si pelaku kekerasan.

Lalu bagaimana dengan pemulihan bagi si korban?

Pemulihan secara fisik ataupun phsikis belum terlalu diperhatikan bagi si korban kekerasan. Sehingga tak jarang si korban masih mengalami trauma dalam menjalani hidupnya sehari-hari.

Terutama jika kekerasan terjadi dalam keluarga, korban yang paling menderita adalah  anak-anak, , baik mereka sebagai korban langsung ataupun tidak langsung. Kejadian yang anak-anak rekam  saat masa kecil, akan menetap sampai dewasa. Serta masih akan mempengaruhi mereka sampai mereka beranjak pada masa pubertas ataupun masa dewasanya.

Lalu bagaimana dengan  KDP (Kekerasan Dalam Pacaran) yang saat ini marak di masyarakat kita, mulai dari mereka yang usai belasan tahun hingga dewasa, bahkan tak jarang bujangan yang telat nikah menjadi korban bagi calon pasangannya. Pemerasan harta dengan iming-iming akan dinikahi dan untuk masa depan calon pasangan memang masuk akal. Bahkan bagi anak-anak usia yang masih belia / belasan tahun berpacaran dengan usia yang lebih muda yang  menjanjikan untuk kemapanan hidup, tapi tak jarang sang pacar menjadi korban dari pemerasan harta sampai kehormatan.

Jika kita melihat hal ini , apakah bisa dikatakan, bahwa KDP adalah akibat dari KDRT yang sedang terjadi di masyarakat kita, baik secara langsung maupun tidak ?

Sumbangkanlah pikiran-pikiran anda pada kami, guna melindungi generasi muda kita dari KEKERASAN  dalam rumah tangga ataupun  dalam pacaran, baik yang terlihat terang-terangan ataupun hanya samar. Agar kita bisa saling jaga dan waspada satu sama lain. Walaupun KDRT atau KDP bukan berasal dari keluarga atau lingkungan kita.

Leave a Reply