How Do I Change?

Ada satu quotes yang selalu saya baca di saat saya merasa kesal ataupun jengah.

If I feel depressed I will sing
If I feel sad I will laugh
If I feel ill I will double my labour
If I feel fear I will plunge ahead
If I feel inferior I will wear my new garments
If I feel uncertain I will raise my voice
If I feel poverty I will think of wealth to come
If I feel incompetent I will think the past success
If I feel insignificant I will remember my Goals.

Teman2 sebenarnya quotes ini saya dapat sudah beberapa tahun yang lalu, tapi sampai sekarangpun ketika saya merasakan satu hal seperti di atas pasti akan selalu saya terapkan. Kata-kata di atas ngingetin kita lagi pada bagaimana cara kita bersyukur. Ya, lagi-lagi tentang rasa syukur kita pada Sang Pencipta kita yang tunggal. Kenapa saya ingin terus mengingatkan teman-teman untuk selalu bersyukur? Karena kunci dari setiap masalah adalah dengan terus bersyukur pada Tuhan.

Saya akan jelaskan mengapa kok cuma dengan rasa syukur kita bisa menyelesaikan setiap masalah, pertama2 bila kita selalu bersyukur saat kita mendapat masalah itu awal pikiran kita menjadi positif dan tenang. Karena ketika kita mengawali dengan bersyukur itu adalah awal kita menyerahkan dan mengakui bahwa bukan kita yang memiliki dan berkuasa atas setiap masalah2 kita, melainkan Tuhan Sang Pencipta. Pada saat itulah beban kita akan terasa ringan. Tapi apa coba yang terjadi bila kita hanya terlarut dengan masalah? Yang ada kita malah menyakiti diri kita sendiri dan semakin larut lagi dalam kesedihan, Teman sesuatu yang sangat nikmat di bumi itu adalah tenggelam dalam kesedihan, dalam pikiran-pikiran negatif. Semakin kita hanyut di dalamnya, semakin kita akan menikmatinya dan hal inilah yang membuat kita sering terjerumus ke dalam hal-hal negatif seperti obat-obatan dan dunia malam.

Baru saja saya alami, kemarin salah satu teman kos saya tiba-tiba pingsan dan gak karuan kondisinya, semua terjadi cuma gara-gara bertengkar dengan pacar dia, awalnya hanya debat kecil-kecilan di telepon sampai munculnya kata putus. Nah dari situlah pertengkaran membesar, mungkin karena teman saya muntab sampai banting-banting handphone-nya dan berakhir dengan adegan pingsan. Ck…ck…ck… sampai heran saya, kok pacaran aja bisa sampai buat orang pingsan ya?

Gak Cuma itu teman, ada lagi tadi pagi teman lain yang bertengkar hebat dengan pacarnya, malah ini sampai hampir terjadi kecelakaan di jalan lho. Saya bukannya mau ngarang-ngarang cerita, tapi ini benar-benar terjadi. Kasus ini bisa saya msukan kategori ekstrem, bagaimana kalo ternyata pertengkaran itu menghasilkan kecelakaan yang menelan korban nyawa? Bukankah hal ini malah bisa dibilang konyol. Gimana menurut kalian?

Hari ini kita belajar bahwa apapun kondisi dan masalah yang kita alami, cobalah untuk merubah dulu suasananya, ucapin dulu kalimat2 doa dalam kepercayaan kalian masing2. Baru kita pikirkan lagi dengan otak yang lebih dingin, pikirin apa untung dan ruginya kita emosi. Jangan cuma kepinginnya muntab aja, tapi pikirin juga akibatnya. Saya yakin pasti banyak lagi hal2 ekstrem yang terjadi di sekitar kita, intinya satu jangan sampai kita terpancing dengan setiap kondisi negative, okay? 🙂 buat teman2 yang saat ini mengalami masalah coba aja utarakan di blog ini, biar teman-teman lainnya bisa ikut memberi dukungan dan masukan, ingat kalian gak sendiri masih ada Tuhan dan teman-teman yang mau ikut meringankan beban kita. Sukses ya ^_^.

One thought on “How Do I Change?

  1. Butuh kesabaran dan konsistensi untuk dapat menjadi manusia yang lebih baik. Lingkungan sekitar pun harus ikut mendukung.

Leave a Reply