Chicklit (Chick Literature), Kehidupan Nyatakah…??

Belakangan ini saya jadi sering membaca cerita2 chicklit, hmm… kalau ada yang belum tau chicklit itu artinya “bacaan cewek”, lebih banyaknya sich menceritakan tentang kehidupan cewek2 kosmopolitan di kota besar (exmp. London, New York). Memang sih kelihatannya ini bacaan berat banget, tapi setelah diselami (kapal kaliii pake selam2an J) chicklit bisa jadi bacaan yang asyik bagi kaum hawa yang merasa kesepian.

Kebanyakan yang diceritakan dalam chicklit itu tentang gimana perjuangan para cewek single di kota kosmopolitan yang serba bertempur mengejar waktu dan deadline pekerjaan yang diberikan boss. Perjuangan untuk mendapatkan jabatan yang sudah lama diimpikan, yang membuat seorang cewek harus bekerja 12 jam sehari bahkan lebih. Bagaimana juga cewek itu harus kuat menghadapi tiap masalah di tempat kerja mereka tapi secara ajaib mereka selalu bisa melewati tiap2 situasi rumit yang menjebak.

Saya sempat penasaran, cewek2 chicklit di kehidupan nyata itu seperti apa ya?? Apakah mereka benar2 ada?? Dan ternyata saya ingat kalo saya dulu punya temen yang chicklit banget. Sebenarnya dia itu (kalian bisa panggil dia Niken) temen satu kamar kos saya dulu waktu saya kuliah di UNAIR, kondisi dia sudah lulus dan bekerja di salah satu bank swasta dengan gaji yang lumayan banget. Niken berasal dari kota Megapolitan Jakarta yang malah memilih bekerja di kota Metropolitan Surabaya dengan resiko jauh dari sang kekasih dan bunda, yang membuat saya benar2 amaizing dia itu orangnya tegar banget, teman2 bayangin aja ya, pk. 05.30 dia udah bangun pagi2, langsung bersihin tempat tidur (karena waktu itu saya masih kuliah jam segitu saya belum bangun tapi harus terbangun karena dengar Niken kebas2 kasur, dan kadang tertidur lagi hihihi…). Setelah itu langsung dia duduk sila dipinggir kasur baca renungan harian dan berdoa.

Setelah siap2, 08.30 dia berangkat kerja naik mobil antar jemput kantor, oh iya saya lupa bilang kalo Niken itu ditempatkan kerja di Gresik (± 1jam dari Surabaya) tapi ng-kos di Surabaya. 18.00 dia pulang kerja. Kadang kalau ga lembur dia sempat2in ng-gym di mall (gak usah sebut merk kalian pasti tau tempatnyaJ). Kalo lembur Niken bisa pulang sampai 21.30.

Ck…ck…ck… teman2 bisa kan bayangin seperti apa capeknya Niken, tapi ajaibnya yang membuat saya terkagum2 gak ngerti, dia sama sekali tidak pernah mengeluh atau menyebarkan aura kejenuhan bekerja pada orang2 yang ditemuinya, dia selalu punya tenaga untuk ngeladeni teman2nya yang curhat atau hanya sekedar bersenda gurau. Hanya sesekali saja saya pernah mendengar waktu dia telpon2an dengan pacar dia yang di Jakarta (gak nguping lho ya, Cuma gak sengaja dengar ;p), kalo dia capek juga kerja, tapi selalu juga bisa dia imbangi dengan ucapan bersyukur karena dapat teman2 yang baik di Surabaya (ehem..ehem.. salah satunya saya yang dimaksud ;p). Dan akhirnya setelah setahun bekerja Niken dapat promosi jabatan dan kembali pulang ke Jakarta dan menikah dengan pacarnya, and Happy ever after J.

Jadi gurls, ini sedikit true story yang pengen saya bagi buat kawan2 yang mungkin saat ini sudah mulai jenuh dengan aktivitas sehari2 kalian, baik yang bekerja maupun sedang belajar di universitas maupun sekolah. Apapun kondisi kalian, siapa atau dimana pun kalian, kalian adalah salah satu cewek2 chicklit di kota yang megah ini. Kalian bukan satu2nya orang yang punya masalah, semua teman2 kita juga punya masalah sendiri, tapi kalianlah satu2nya orang yang bisa memilih sikap dalam menghadapi tiap kondisi dan kejenuhan, You are The Queen of Your Life Gurls. Saya sendiri juga pernah jenuh menghadapi masalah yang seperti tidak ada ujungnya, tapi percayalah di dunia ini ada invisible hand yang membimbing kita, yaitu Tangan TUHAN yang Agung, percaya saja pada tiap rencana-NYA.

2 thoughts on “Chicklit (Chick Literature), Kehidupan Nyatakah…??

  1. Kalau kita melakukan apapun dengan perasaan rela dan gembira, maka segala kepenatanpun tidak akan terasa. That’s the power of positive thinking and happy life.

Leave a Reply