You are browsing the archive for 2009 August.

Lomba Stop Merokok

9:30 pm in Informasi, Renungan by en-Nasira

Tingginya denda bagi perokok kawasan Jakarta, terutama daerah perkantoran, mall, pesawat terbang, ternyata membawa dampak bagus dalam menyetop para perokok untuk merokok di sembarang tempat. Para perokok memang tidak merokok di dalam gedung perkantoran atau pun mall. Tapi para perokok ini berpindah tempat merokoknya, di koridor, di kamar mandi atau juga di ruang khusus merokok.

Inti dari keadaan ini,bahwa walaupun area merokok telah dipersempit sedemikian rupa, ternyata masih belum dapat membuat para perokok itu berhenti merokok. Bukankah  berhenti merokok itu sehat?

Believe it or not …

“Negara Indonesia tercatat sebagai konsumen rokok no. 1 se Asia Tenggara dan no. 5 di dunia.”

Dalam kenyataan masyarakat menengah kebawah di negara kita, abang-abang becak, pemulung yang hidupnya bisa dibilang pas-pasan bahkan cenderung kurang, merokok masih menjadi kebutuhan wajib mereka. Boleh jadi mereka makan sehari cuma sekali, tapi ngebul (merokok) harus tetap jalan terus, urusan dapur yang harus ngebul malah prioritas ke sekian deh…

Juga pada anak-anak jalanan yang mengamen atau mengemis. Walaupun umur mereka masih di bawah 15 tahun banyak yang sudah merokok. Ada pepatah mengatakan: Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Bagaimanakah generasi muda kita nanti, jika kita tidak memberi contoh yang baik kepada mereka?

Dari segi kesehatan, perokok pasif adalah obyek yang paling menanggung asap (bahkan asap sengsara dunia dan akhirat, sengsara dunia dapat penyakit, sengsara akhirat penyakit parah jadi ‘Innalilahi’ deh ) dari perokok aktif. Contohnya: Saat ini banyak kita temui anak-anak batita atai balita yang sudah terkena penyakit flek paru-paru . Batuk yang diderita  tak berkesudahan. Bila paru-paru penderita di rontgen maka hasil dari rontgen tersebut ada flek alias tidak bersih, hal ini disebabkan karena polusi asap terutama asap rokok (nicotin). Asap nicotin ini di dapat dari udara yang ada di lingkungan sekitarnya. Jika udara yang kita hirup sudah tercemar pasti yang kita dapatkan adalah penyakit pernafasan.

Masyarakat sangat mengharapkan kepedulian dari perokok aktif terhadap perokok pasif di sekitarnya. Tapi bicara memang lebih mudah daripada berbuat. Perokok yang sudah sangat tergantung dan kecanduan tidaklah mudah dalam menghentikan merokok. Bagi sebagian orang merokok sudah dibawa ke dalam alam bawah sadar mereka. Rokok  merupakan obat penenang dalam membantu menghadapi tekanan yang sedang dialami, misalnya: pekerjaan, ujian, masalah ekonomi dll. Tak pelak ada cara menghentikan rokok dengan cara hipnotis.

Ujud  keprihatinan dari RS Persahabatan Jakarta & PT Pfilzer Indonesia, dengan mengadakan  “Quitters Are Champion Program untuk membantu Stop Merokok” (25/6). Program digelar pada Agustus – Novemper 2009 ini ditujukan kepada semua perokok aktif ( umur 18 tahun ke atas) yang berdomisili di Jabodetabek. Yang unik dari lomba ini adalah para pesertanya akan tetap dibawah pengawasan  tim medis Klinik Berhenti Merokok RS Persahabatan sehingga nantinya mereka  akan benar-benar berhenti merokok.

Tanpa ada ketergantungan lagi. Jadikan ini suatu kesempatan emas (tentu saja hanya bagi para perokok aktif ya…) Kalau menang, dapat hadiah, kesehatan juga. Kalau tidak menang pun, ini usaha baik untuk kesehatan kita sendiri kog. Pengen lebih jelas dapatkan infonya, ketik www.stopmerokok.com.

Saudara-saudara perokok aktif, negara kita baru saja merayakan 64 tahun kemerdekaannya dari para penjajah. Sudah saatnya kita perjuangkan kemerdekaan negeri kita dari polusi. Demi generasi muda kita, demi generasi penerus kita yang sehat jasmani dan rohani. Mari…mulai dari langkah kecil, yaitu:

Berhenti merokok!

avatar

by Phei

Never Ending Spirit

8:55 pm in Renungan by Phei

Teman-teman tahu gak kalo dalam diri kalian itu terdapat 5 kekuatan special yang telah Tuhan berikan? Nah kekuatan itu yang pertama adalah kekuatan visi atau impian, masing-masing dari kita mungkin tidak sadar bahwa ada kekuatan mimpi dalam diri kita. Kita ambil contoh saat kita kecil, pernahkah kita merasa sangat menginginkan sebuah mainan yang bagaimanapun caranya harus kita dapatkan? Atau ada suatu tempat yang ingin kita kunjungi sampai terbawa ke dalam mimpi saat tidur. Masing-masing dari kita diciptakan untuk memiliki visi atau impian. Seseorang yang tidak mempunyai visi pasti tak akan menjadi manusia yang berkembang, dan ia hanya akan mengalami stagnasi atau hanya berjalan di tempat.

Yang kedua adalah kekuatan iman, masing-masing dalam diri kita diciptakan juga untuk memiliki iman, karena iman inilah yang akan menjadi kompas yang memberi kita arah dalam hidup kita. Hal ini bisa menjadi hal terpenting dalam hidup kita. Karena untuk menjalankan sebuah mimpi dibutuhkan iman yang kuat untuk selalu berada di jalan yang tepat. Hal ini Tuhan berikan untuk menjadikan kita manusia yang dilimpahi oleh kasih pada sesama, iman yang berkembang menjadikan kita untuk selalu kembali ke daratan di saat kita telah terombang ambing oleh kesombongan dalam lautan diri.

Di saat kita telah memiliki impian dan iman, di saat itu pula kita harus memiliki kekuatan Loyalty dalam diri kita, kekuatan ini untuk menjaga teguh kepercayaan dan komitmen yang telah kita pegang. Kesetiaan untuk terus mewujudkan mimpi dan menjalankan iman kita. Sehingga kita tidak cepat merasa putus asa, suatu saat kesetiaan kita pasti akan diuji tapi percayalah bahwa ketika kita tetap memegang teguh kesetiaan ini, kita akan mendapatkan imbalan yang pantas akan hasil yang kita dapatkan nantinya.

Selanjutnya adalah kekuatan untuk bertempur, masing-masing dari kita sudah memiliki fighting spirit semenjak kita diciptakan. Contohnya ketika kita baru pertama akan dilahirkan kita berjuang dengan sekuat tenaga untuk bisa keluar dari dalam kandungan ibu kita. Ketika kita balita juga kita berjuang untuk bisa berjalan. Kekuatan itu sudah lama tertanam dalam diri kita, hanya saja kita kurang menyadari bahwa setiap dari diri kita diciptakan untuk berjuang bahkan sel-sel kita pun diciptakan berjuang untuk bisa berkembang.

Terakhir adalah kekuatan berkat, tahukah kalian bahwa masing-masing kita sebagai individu diciptakan berdasakan berkat. Setiap bagian dari hidup kita adalah berkat, itulah yang membedakan kita dari mahkluk lainnya. Kita telah disiapkan Tuhan atas dasar berkatnya, kita ambil contoh mata kita, bayangkan saja jika kita terlahir tanpa kedua biji mata kita, kita akan mengalami hari-hari yang diliputi kegelapan. Demikian juga dengan hal lainnya, tapi bukan berarti kita yang terlahir tidak sempurna tidak diberi berkat oleh Tuhan, dalam ketidak sempurnaan itupun kita memiliki berkat, hanya saja dalam wujud yang lain, misalnya walaupun kita tidak memiliki kaki tapi kita diberi Tuhan talenta untuk melukis dengan tangan.

Teman-teman sadarilah setiap kekuatan yang telah kita dapatkan sejak dulu. Janganlah kita menyerah dan putus ada, mulailah kita merenungkan lagi apa yang telah menjadi impian kita, tulis dan gambarkan mengenai impian-impian dalam hidupmu, lalu mulailah dengan berdoa dan beriman pada-Nya, katakana impianmu pada-Nya dan serahkan masa depanmu ketangan-Nya. Lanjutkan dengan menjalaninya dengan kesetiaan, walaupun akan terasa berat tapi ingatkan diri kita bahwa Tuhan telah bekerja di dalamnya. Setelah itu mulailah mengerahkan segenap tenaga kita untuk berjuang meraihnya. Sadarilah bahwa kita adalah berkat yang Tuhan ciptakan sehingga kita tidak cepat berputus asa ketika menghadapi hambatan. Semoga artikel ini bisa turut membangun kita menjadi manusia yang baru ^_^

avatar

by Phei

Makna Berpuasa

10:04 am in Informasi, Renungan by Phei

Kawan-kawan kita yang beragama muslim saat ini sedang menunaikan ibadah puasa. Sebenarnya apa sih makna puasa yang sebenarnya atau menurut pandangan masyarakat? Kalo yang kita ketahui puasa adalah kewajiban universal dan tata cara untuk setiap umat manusia dan setiap agama.

Bagi umat islam puasa adalah kewajiban yang telah disyariatkan untuk setiap muslim/mukmin. Puasa bukan sekedar kewajiban rutinitas tahunan, tahan lapar dan berbuka, dan setelah itu tidak berbekas pada psikologis spiritual kedirian, dan juga tidak berpengaruh pada rasa kesadaran sosial, tapi puasa adalah kewajiban yang mesti menggugah kesadaran diri kemanusian, ketinggian moral, ketinggian akhlak, ketinggian kepedulian pada sesama.

Puasa juga merupakan satu cara mendidik individu dan masyarakat dalam mengontrol berkehendak dan berkeinginan. Seorang yang berpuasa harus berusaha mengalahkan kesenangan dari dirinya walaupun diperbolehkan. Dengan kesadaran meninggalkan makanan dan minuman sehingga ia mampu bersabar dan menahan rasa lapar dan haus, walaupun dirasakan amat berat. Puasa adalah pendidikan untuk mengontrol dirinya sendiri, mengontrol hawa nafsu, dan kontrol egoisme.

Puasa merupakan bentuk kewajiban yang bersifat konkret sikap kebersamaan yaitu kasih sayang. Kita yang bersama-sama merasakan lapar, haus, kenyang dan tidak ada yang istimewa, bagi teman kita yang muslim ketika sebelum Ramadhan, seseorang belum merasakan lapar, maka di bulan Ramadhan pasti merasakan lapar dan pedihnya kefakiran.  Puasa sebulan penuh mesti membawa dampak ketinggian moral, rasa solidaritas kemanusiaan, rasa persaudaraan kemanusiaan yang amat dalam. Kelaparan, kehausan dan ketidakberdayaan atas kefakiran, menggugah nurani bagi setiap yang berpuasa , bahwa manusia punya perasaan yang sama bila dilanda atau mengalami hal yang sama. Perasaan yang sama itulah yang dapat membuat kebersamaan kemanusiaan, melahirkan cinta-kasih pada sesama, tanpa memandang ras, warna kulit dan agama sekalipun.

Bagi yang lainnya puasa juga bisa berarti menentang dan mengikat iblis ataupun setan yang selama ini menguasai hati manusia. Dengan berpuasa seseorang bisa lebih mempunyai kewajiban untuk tidak melanggar pantangan yang ada karena mereka percaya adanya hukuman dari dosa yang kita buat saat berpuasa. Dengan demikian maka iblis akan sulit menguasai hati kita yang lebih takut pada Yang Kuasa, hal ini bisa dijadikan seperti latihan bagi ketahanan iman kita untuk bulan-bulan selanjutnya.

Karena bulan ini adalah bulan yang dipenuhi berkah, maka kami ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa bagi teman-teman yang sedang menjalaninya. Kami berharap teman-teman semua tidak bolong-bolong puasa dan amalnya icon smile Makna Berpuasa . Dan tidak hanya berbuat baik di bulan ini saja tetapi juga dapat melatih kita untuk bulan-bulan berikutnya. Nah, jangan sampai bolong-bolong juga untuk terus berbagi diblog kita ini ya ^_^.

avatar

by Phei

How Do I Change?

9:45 am in Renungan by Phei

Ada satu quotes yang selalu saya baca di saat saya merasa kesal ataupun jengah.

If I feel depressed I will sing
If I feel sad I will laugh
If I feel ill I will double my labour
If I feel fear I will plunge ahead
If I feel inferior I will wear my new garments
If I feel uncertain I will raise my voice
If I feel poverty I will think of wealth to come
If I feel incompetent I will think the past success
If I feel insignificant I will remember my Goals.

Teman2 sebenarnya quotes ini saya dapat sudah beberapa tahun yang lalu, tapi sampai sekarangpun ketika saya merasakan satu hal seperti di atas pasti akan selalu saya terapkan. Kata-kata di atas ngingetin kita lagi pada bagaimana cara kita bersyukur. Ya, lagi-lagi tentang rasa syukur kita pada Sang Pencipta kita yang tunggal. Kenapa saya ingin terus mengingatkan teman-teman untuk selalu bersyukur? Karena kunci dari setiap masalah adalah dengan terus bersyukur pada Tuhan.

Saya akan jelaskan mengapa kok cuma dengan rasa syukur kita bisa menyelesaikan setiap masalah, pertama2 bila kita selalu bersyukur saat kita mendapat masalah itu awal pikiran kita menjadi positif dan tenang. Karena ketika kita mengawali dengan bersyukur itu adalah awal kita menyerahkan dan mengakui bahwa bukan kita yang memiliki dan berkuasa atas setiap masalah2 kita, melainkan Tuhan Sang Pencipta. Pada saat itulah beban kita akan terasa ringan. Tapi apa coba yang terjadi bila kita hanya terlarut dengan masalah? Yang ada kita malah menyakiti diri kita sendiri dan semakin larut lagi dalam kesedihan, Teman sesuatu yang sangat nikmat di bumi itu adalah tenggelam dalam kesedihan, dalam pikiran-pikiran negatif. Semakin kita hanyut di dalamnya, semakin kita akan menikmatinya dan hal inilah yang membuat kita sering terjerumus ke dalam hal-hal negatif seperti obat-obatan dan dunia malam.

Baru saja saya alami, kemarin salah satu teman kos saya tiba-tiba pingsan dan gak karuan kondisinya, semua terjadi cuma gara-gara bertengkar dengan pacar dia, awalnya hanya debat kecil-kecilan di telepon sampai munculnya kata putus. Nah dari situlah pertengkaran membesar, mungkin karena teman saya muntab sampai banting-banting handphone-nya dan berakhir dengan adegan pingsan. Ck…ck…ck… sampai heran saya, kok pacaran aja bisa sampai buat orang pingsan ya?

Gak Cuma itu teman, ada lagi tadi pagi teman lain yang bertengkar hebat dengan pacarnya, malah ini sampai hampir terjadi kecelakaan di jalan lho. Saya bukannya mau ngarang-ngarang cerita, tapi ini benar-benar terjadi. Kasus ini bisa saya msukan kategori ekstrem, bagaimana kalo ternyata pertengkaran itu menghasilkan kecelakaan yang menelan korban nyawa? Bukankah hal ini malah bisa dibilang konyol. Gimana menurut kalian?

Hari ini kita belajar bahwa apapun kondisi dan masalah yang kita alami, cobalah untuk merubah dulu suasananya, ucapin dulu kalimat2 doa dalam kepercayaan kalian masing2. Baru kita pikirkan lagi dengan otak yang lebih dingin, pikirin apa untung dan ruginya kita emosi. Jangan cuma kepinginnya muntab aja, tapi pikirin juga akibatnya. Saya yakin pasti banyak lagi hal2 ekstrem yang terjadi di sekitar kita, intinya satu jangan sampai kita terpancing dengan setiap kondisi negative, okay? icon smile How Do I Change? buat teman2 yang saat ini mengalami masalah coba aja utarakan di blog ini, biar teman-teman lainnya bisa ikut memberi dukungan dan masukan, ingat kalian gak sendiri masih ada Tuhan dan teman-teman yang mau ikut meringankan beban kita. Sukses ya ^_^.

avatar

by Phei

Seberapa Beratkah??

10:28 pm in Renungan by Phei

Teman-teman ada sebuah cerita yang saya dapat dari pesan email yang dikirim teman saya, cerita ini sangat menarik dan cocok buat kita yang merasa sudah hamper putus asa saat menghadapi masalah kita. Berikut akan saya ceritakan kepada teman2.

TUHAN, bebanku berat… “Mengapa bebanku berat sekali?” aku berpikir sambil membanting pintu kamarku dan bersender. “Tidak adakah istirahat dari hidup ini?” Aku menghempaskan badanku ke ranjang, menutupi telingaku dengan bantal. “Ya Tuhan,” aku menangis, “Biarkan aku tidur…Biarkan aku tidur dan tidak pernah bangun kembali!” Dengan tersedu-sedu, aku mencoba untuk meyakinkan diriku untuk melupakan.

Tiba-tiba gelap mulai menguasai pandanganku, Lalu, suatu cahaya yang sangat bersinar mengelilingiku ketika aku mulai sadar. Aku memusatkan perhatianku pada sumber cahaya itu. Sesosok pria berdiri di depan salib. “Anakku,” orang itu bertanya, “mengapa engkau datang kepada-Ku sebelum Aku siap memanggilmu?”, “Tuhan, aku mohon ampun. Ini karena… aku tidak bisa melanjutkan nya. Kau lihat! betapa berat hidupku. Lihat beban berat di punggungku. Aku bahkan tidak bisa mengangkatnya lagi.”

“Tetapi, bukankah Aku pernah bersabda kepadamu untuk datang kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, karena Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” “Aku tahu Engkau pasti akan mengatakan hal itu. Tetapi kenapa bebanku begitu berat?”.

“Anak-Ku, setiap orang di dunia memiliki beban. Mungkin kau ingin mencoba salib yang lain?”, “Aku bisa melakukan hal itu?”. Ia menunjuk beberapa salib yang berada di depan kaki-Nya. Kau bisa mencoba semua ini. Semua salib itu berukuran sama. Tetapi setiap salib tertera nama orang yang memikulnya. “Itu punya Joan,” kataku.

Joan menikah dengan seorang kaya raya. Ia tinggal di lingkungan yang nyaman dan memiliki 3 anak perempuan yang cantik dengan pakaian yang bagus-bagus.
Kadangkala ia menyetir sendiri ke gereja dengan mobil Cadillac suaminya kalau mobilnya rusak. “Umm, aku coba punya Joan. Sepertinya hidupnya
tenang-tenang saja. Seberat apa beban yang Joan panggul?” pikirku. Tuhan melepaskan bebanku dan meletakkan beban Joan dipundakku. Aku langsung terjatuh seketika. “Lepaskan beban ini!” teriakku. “Apa yang menyebabkan beban ini sangat berat?”, “Lihat ke dalamnya.” Aku membuka ikatan beban itu dan membuka nya.

Di dalamnya terdapat gambaran ibu mertua Joan, dan ketika aku mengangkatnya, ibu mertua Joan mulai berbicara, “Joan, kau tidak pantas untuk anakku, tidak akan pernah pantas. Ia tidak seharusnya menikah denganmu. Kau adalah wanita yang terburuk untuk cucu-cucuku…”. Aku segera meletakkan gambaran itu dan mengangkat gambaran yang lain. Itu adalah Donna, adik terkecil Joan. Kepala Donna dibalut sejak operasi epilepsi yanggagal itu. Gambaran yang ketiga adalah adik laki-laki Joan. Ia kecanduan narkoba,telah dijatuhi hukuman karena membunuh seorang perwira polisi.

“Aku tahu sekarang mengapa bebannya sangat berat, Tuhan. Tetapi ia selalu tersenyum dan suka menolong orang lain. Aku tidak menyadarinya…”

“Apakah kau ingin mencoba yang lain?” tanya Tuhan dengan pelan.

Aku mencoba beberapa. Beban Paula terasa sangat berat juga: Ia melihara 4 orang anak laki-laki tanpa suami. Debra punya juga demikian: masa kecilnya yang dinodai olah penganiayaan seksual dan menikah karena paksaan. Ketika aku melihat beban Ruth, aku tidak ingin mencobanya. Aku tahu di dalamnya ada penyakit Arthritis, usia lanjut, dan tuntutan bekerja penuh sementara suami tercintanya berada di Panti Jompo. “Beban mereka semua sangat berat, Tuhan” kataku. “Kembalikan bebanku”

Ketika aku mulai memasang bebanku kembali, aku merasa bebanku lebih ringan dibandingkan yang lain. “Mari kita lihat ke dalamnya,” Tuhan berkata.
Aku menolak, menggenggam bebanku erat-erat. “Itu bukan ide yang baik,” jawabku, “Mengapa?” “Karena banyak sampah di dalamnya.” “Biar Aku lihat” Suara Tuhan yang lemah lembut membuatku luluh. Aku membuka bebanku. Ia mengambil beberapa buah batu bata dari dalam bebanku.

Teman2 bukankah Tuhan sudah menjanjikan sebuah kuk yang akan membuat kita bisa lebih santai menjalani masalah demi masalah yang kita jalani. Janganlah kita cepat mengeluh dan berputus asa karena Tuhan selalu ada disamping kita untuk mendampingi kita. Mulailah banyak bersyukur, karena ternyata lebih banyak lagi orang yang lebih berat masalahnya tetapi bisa menjalaninya dengan tersenyum, selamat mencoba ya^_^.