Amerika Latin Tertarik Membeli Pesawat Rusia
6:28 pm in Informasi by Yogi Liman
SANTIAGO, KOMPAS.com — Negara-negara Amerika Latin dikabarkan tertarik membeli pesawat buatan Rusia. Salah satu pesawat yang mereka minati adalah pesawat latih/serbu ringan Yakovlev Yak-130 Mitten.
Demikian diungkapkan Vladimir Sautov, Wakil Presiden Bidang Pemasaran Produsen Pesawat Asal Rusia, Irkut, di sela-sela pameran dirgantara FIDAE-2012 di Santiago, Cile, Kamis (29/3/2012), waktu setempat.
"Kami telah melakukan negosiasi dengan para panglima angkatan udara dari Argentina, Bolivia, Paraguay, dan Uruguay," ujar Sautov. Menurut dia, para pejabat militer tersebut bahkan tertarik dengan versi Yak-130 berkursi tunggal.
Saat ini Yak-130 baru diproduksi dengan versi kursi tandem. Versi kursi tunggal baru akan diproduksi jika sudah ada pesanan pasti dalam jumlah besar.
Irkut mulai mengekspor pesawat ini sejak 2011 dengan beberapa negara pemesan, seperti Aljazair, Vietnam, dan Suriah. Kapasitas pasar internasional untuk pesawat ini diperkirakan mencapai 250 unit pesawat.
Angkatan bersenjata Rusia sendiri telah menandatangani kontrak pemesanan 55 unit Yak-130 pada Desember 2011 dan akan mulai dikirim pada 2015.
Sebagai pesawat latih tingkat lanjut terbaru dalam jajaran peralatan militer Rusia, Yak-130 dikabarkan bisa menyimulasikan berbagai karakteristik pesawat-pesawat tempur generasi 4,5 dan bahkan pesawat tempur generasi kelima Rusia, seperti Sukhoi T-50 PAK FA.
Hotel dan Kartu GSM Laris Manis
2:52 am in Informasi by Yogi Liman
YANGON, KOMPAS.com — Lonjakan jumlah kunjungan orang asing ke Myanmar sejak awal 2012 menyebabkan hotel dan kartu perdana telepon seluler GSM terjual laris. Pengelola hotel dengan mudah menaikkan harga kamarnya, begitu juga dengan pedagangn ritel kartu perdana seluler.
"Harga kamar hotel itu terus-menerus naik, setidaknya sejak akhir Desember 2011. Akibatnya, harga hotel bintang empat yang dulu dipatok 70 dollar AS per malam (sekitar Rp 637.000), sekarang terus naik melampaui 100 dollar AS (sekitar Rp 910.000) per malam," ujar Sekretaris Ketiga di Kedutaan Besar Indonesia untuk Myanmar Djumara Supriyadi saat berbincang-bincang di Yangon, Myanmar, Kamis (29/3/2012), seperti dilaporkan wartawan Kompas Wisnu Dewabrata dan Orin Basuki.
Pantauan Kompas menunjukkan, harga hotel bintang empat, seperti Sedona Hotel di kawasan Mandalay, Yangon, Rabu (28/3/2012), masih dipatok 120 dollar AS per malam untuk kamar berpenghuni tunggal atau 135 dollar AS per malam untuk dua tamu satu kamar. Namun, mulai 1 April 2012, pihak hotel menaikkan tarif hotelnya menjadi 165 dollar AS per malam.
Pada 1 April 2012, berlangsung pemilihan umum sela. Pemerintah Myanmar mengundang 85 diplomat, 21 perwakilan ASEAN, 18 perwakilan forum dialog ASEAN, 5 orang dari Uni Eropa, 5 orang dari PBB, 5 orang dari Sekretariat ASEAN, dan 18 anggota parlemen negara-negara anggota ASEAN. Kedatangan 159 tamu ini membuat hotel dan penjualan kartu perdana sekali pakai meningkat.
Kompas mendapati kartu perdana telepon seluler habis di beberapa pedagang di pusat kota Yangon. Salah satu toko yang masih menjual melepasnya dengan harga lebih mahal, yakni 18.500 kyat atau sekitar Rp 185.000. Padahal, biasanya dijual seharga 16.000 kyat atau Rp 160.000 untuk pengiriman 400 SMS atau 20 menit telepon internasional.
Pada 26 Maret 2012, media berbahasa Inggris The Myanmar Times melaporkan adanya lonjakan jumlah kunjungan pendatang asing ke Yangon pada Februari 2012 hingga 40 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011.
Pada Februari 2012, jumlah pendatang asing yang mendarat di Yangon International Airport mencapai 50.243 orang sehingga total kedatangan pada Januari-Februari 2012 menjadi 98.486 orang atau meningkat 37,75 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2011.
Ecowas Berhentikan Keanggotaan Mali
7:32 pm in Informasi by Yogi Liman
ABIDJAN, KOMPAS.com - Organisasi Negara Afrika Barat (Ecowas) memberhentikan sementara Mali sebagai anggota organisasi itu pasca terjadinya kudeta militer di negara tersebut pekan lalu.
Rencananya delegasi yang terdiri dari sejumlah kepala negara anggota Ecowas akan berkunjung ke Mali dan menekan pemimpin kudeta untuk segera mengembalikan kehidupan demokrasi di negara itu.
Sementara itu pemimpin kudeta di Mali kemarin mengumumkan pencabutan jam malam yang mereka berlakukan sejak Rabu lalu.
Kudeta itu sebelumnya dipimpin oleh sejumlah tentara yang tidak senang dengan kebijakan pemerintah Presiden Amadou Toumani Toure dalam menangani kelompok pemberontak Tuareg yang beraksi di sebelah utara negara tersebut.
Keputusan pemberhentian sementara keanggotaan Mali dari Ecowas diputuskan lewat sebuah rapat darurat yang berlangsung di Abidjan, Pantai Gading.
"Kondisi keamanan dan politik di Mali sangat berbahaya dan tidak hanya mengancam perdamaian dan keamanan di Mali tapi juga mengancam perdamaian, stabilitas dan pembangunan semua negara anggota Ecowas," kata kepala Komisi Ecowas, Kadre Desire Ouedraogo kepada Associated Press.
Kecaman internasional
Komentar serupa juga disampaikan oleh Ketua Ecowas yang juga merupakan Presiden Pantai Gading, Alassane Outtara. "Kami tidak bisa membiarkan sebuah negara yang telah mempunyai aturan dan instrumen kehidupan berdemokrasi kemudian mundur dua dekade meninggalkan sejarah yang telah mereka bangun," kata Outtara.
Uni Afrika sebelumnya juga menggambarkan kudeta itu sebagai langkah mundur bagi Mali dan menimbulkan kecaman dari dunia internasional.
Outtara rencananya akan berkunjung ke Mali sebagai bagaian dari delegasi Ecowas bersama dengan sejumlah kepala negara dari Niger, Benin, Burkina Faso dan Liberia.
Hingga hari ini keberadaan Presiden Mali, Amadou Toumani Toure masih belum diketahui sejak dia dipaksa meninggalkan istananya pada kudeta pekan lalu.
Namun Kementerian Luar Negeri Perancis mengatakan bahwa hari Selasa (27/03) duta besar mereka di Mali telah melakukan pertemuan dengan Presiden Toure dan kelompok yang melakukan kudeta memberikan kepastian kepadanya bahwa Toure akan berada dalam kondisi aman.
Hong Kong Batalkan Aturan Status Penduduk Bagi PRT Asing
5:43 pm in Informasi by Yogi Liman
HONG KONG, KOMPAS.com - Pengadilan banding Hong Kong hari Rabu (28/3/2012) membatalkan sebuah peraturan yang membuka pintu bagi ribuan pembantu rumah tangga asing untuk mengklaim sebagai penduduk di kota di China selatan tersebut.
"Harus sampai ke otoritas kedaulatan untuk memutuskan sejauh mana status penduduk bagi warna negara asing," kata Hakim Andrew Cheung yang menerima banding pemerintah, seperti dikutip Channel NewsAsia.
Pengadilan Tinggi Hong Kong pada 30 September 2011 memutuskan pekerja asal Filipina Evangeline Banao Vallejos memiliki hak untuk meminta status tinggal permanen, sesuatu yang telah ditolak bagi PRT asing sampai saat itu.
Namun pemerintah berpendapat bahwa pihak berwenang memiliki kekuasaan diskresi untuk memutuskan siapa yang berhak untuk tinggal di Hong Kong, dan menolak argumen bahwa pembatasan terhadap PRT merupakan inskontitusional dan diskriminatif.
Panel tiga hakim di pengadilan banding diterima dengan suara bulat dengan argumen yang menyebutkan bahwa Pengadilan Tinggi tidak dapat mengesampingkan kewenangan pemerintah untuk memutuskan siapa yang bisa hidup di kota dan siapa yang tidak bisa.
Keputusan pengadilan banding ini menjadi pukulan besar bagi puluhan ribu pembantu rumah tangga yang memenuhi syarat mendapatkan status tinggal, jika kasus Vallejos ditetapkan secara hukum.
"Ini merupakan prinsip dasar dalam hukum internasional bahwa negara berdaulat memiliki kekuasaan untuk mengakui, mengecualikan, dan mengusir orang asing," tulis Cheung.
Pengacara Vallejos tidak hadir di pengadilan, namun mereka sebelumnya mengindikasikan bahwa mereka akan membawa kasus ini ke pengadilan tertinggi Hong Kong, bahkan kalau perlu ke pengadilan tingkat kasasi.
Tim Terpadu Pantau Penyebaran Hepatitis A
5:02 am in Informasi by Yogi Liman
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Kesehatan membentuk tim terpadu, untuk menyelidiki epidemiologi atau penyebaran penyakit Hepatitis A yang saat ini merebak. Penyelidikan disertai penyuluhan kesehatan bagi warga sekitar dan pemilik warung.
"Kami akan memantau secara ketat penderita, mencari kasus baru, dan konfirmasi laboratorium," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama, melalui surat elektronik, Selasa (8/11/2011), di Jakarta.
Tindakan yang telah diambil petugas kesehatan sehubungan kasus-kasu yang terakhir ini adalah, pengobatan dan perawatan terhadap penderita. Upaya lain adalah penyelidikan epidemiologi oleh tim terpadu.
"Kami juga mengadakan penyuluhan kesehatan bagi warga sekitar, pemilik warung atau kantin, dan berkoordinasi dengan pihak terkait," ujarnya.
Pihaknya juga memeriksa warung atau kantin disekitar lokasi. Menurut Tjandra, penyakit Hepatitis A disebabkan virus Hepatitis A. Cara penularannya melalui fecal oral, virus ditemukan pada tinja dan mencapai puncak 1- 2 minggu sebelum timbulnya gejala, dan berkurang secara cepat setelah timbul gejala disfungsi hati, timbul setelah muncul sirkulasi antibodi Hepatitis A dalam darah. Masa inkubasinya 15-50 hari, rat -rata 28 - 30 hari.
Adapun masa penularannya adalah, infeksi maksimum terjadi pada hari terakhir dari separuh masa inkubasi, dan berlanjut setelah timbulnya ikterus (puncak aktifitas aminotransferase pada kasus anikterik). Sebagian besar kasus kemungkinan tidak menular pada minggu pertama setelah ikterus.
Ekskresi virus melalui tinja paling lama terlaporkan adalah 6 bulan terjadi pada bayi dan anak. Ekskresi kronis pada HAV tidak pernah terlaporkan.
Penularan virus itu bisa dicegah dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta imunisasi. Karena Hepatitis A penularannya secara fecal-oral, dan tergantung rendahnya sanitasi dan personal hygiene, warga dianjurkan meningkatkan kebersihan, misalnya cuci tangan pakai sabun sebelum makan dan sesudah dari toilet.